Munculkan tokoh alternatif, revisi UU Pilres
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 14:40 WIB
Munculkan tokoh alternatif, revisi UU Pilres
A
A
A
Sindonews.com - Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden (Pilpres) 2014 sepertinya masih akan didominasi oleh tokoh-tokoh lama. Perlu ada perubahan mendasar pada sistem kader Partai Politik (Parpol) dan Undang-Undang (UU) Pilpres.
Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengatakan, untuk memunculkan Calon Presiden (Capres) alternatif, UU Pilres harus dirubah sehingga memberikan kesempatan bagi tokoh lain.
"Perlu revisi total UU Pilpres yakni ketentuan Parpol untuk melakukan penjaringan terbuka dalam memunculkan Capresnya," ujar Romi usai disukusi polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/8/2012).
Untuk memberikan peluang kepada tokoh lain, Romi menyarankan supaya presidential threshold diturunkan. Karena hal itu dapat berpeluang untuk memuculkan tokoh alternatif. "Penurunan presidential threshold diturunkan menjadi 3,5 persen," tambahnya.
Ditambahkan dia, tahun 2014 merupakan era terakhir untuk tokoh-tokoh lama berkompetisi memenangkan Pilpres. Dengan absennya figur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), maka kompetisi akan relatif keras dan all out, partai akan mengerakkan segala potensinya.
Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengatakan, untuk memunculkan Calon Presiden (Capres) alternatif, UU Pilres harus dirubah sehingga memberikan kesempatan bagi tokoh lain.
"Perlu revisi total UU Pilpres yakni ketentuan Parpol untuk melakukan penjaringan terbuka dalam memunculkan Capresnya," ujar Romi usai disukusi polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/8/2012).
Untuk memberikan peluang kepada tokoh lain, Romi menyarankan supaya presidential threshold diturunkan. Karena hal itu dapat berpeluang untuk memuculkan tokoh alternatif. "Penurunan presidential threshold diturunkan menjadi 3,5 persen," tambahnya.
Ditambahkan dia, tahun 2014 merupakan era terakhir untuk tokoh-tokoh lama berkompetisi memenangkan Pilpres. Dengan absennya figur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), maka kompetisi akan relatif keras dan all out, partai akan mengerakkan segala potensinya.
(san)