Anggaran naik, kesejahteraan prajurit bagaimana?
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 20:32 WIB
Anggaran naik, kesejahteraan prajurit bagaimana?
A
A
A
Sindonews.com - Meningkatnya anggaran pada sektor pertahanan diharapkan dibarengi dengan meningkatnya kesejahteraan prajurit. Karena ini sangat penting untuk menjaga semangat juang serta mendorong peningkatan kinerja prajurit TNI.
Anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati menyadari, untuk memenuhi target kekuatan pokok minimum (minimum esssential force/MEF) memang kondisi anggarannya sekarang ini masih jauh dari nilai ideal. Tapi anggaran guna membangun TNI yang kuat harus dibarengi dengan kesejahteraan prajurit.
“Bayangkan alutsista kita canggih dan mahal, tapi prajuritnya hidup tak layak karena rumah prajurit dan kesejahteraannya masih belum baik. Bagaimana prajurit punya peran perjuangan yang mantab?” tanya wanita yang akrab disapa Nuning itu, Jumat (10/8/2012).
Anggota Fraksi Partai Hanura tersebut menyatakan, dibutuhkan biaya yang besar agar TNI memiliki armada pertahanan yang mumpuni. Karenanya wajar jika kemudian pemerintah berniat menambah alokasi anggaran pertahanan ini.
Dirinya mengimbau pemerintah agar alutsista yang dibeli harus tepat guna, tepat waktu, dan sesuai rencana strategis.
Sebelumnya di Mabes TNI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa dari laporan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, terdapat penyesuaian-penyesuaian dalam
rencana menuju MEF.
Pihaknya mempersilakan hal itu dilakukan selama pengadaan betul-betul diperlukan dan melengkapi kekuatan tempur TNI, kekuatan tangkal menghadapi geopolitik baru, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita. Selain itu juga tetap dalam batas kemampuan anggaran.
Presiden mengklaim kesejahteraan prajurit TNI sekarang ini sudah lebih layak dengan adanya peningkatan gaji, uang lauk pauk, dan tunjangan.
“Asuransi kesehatan insya Allah pada 1 januaari 2014 kita berlakukan. TNI dan keluarga akan dimasukkan di situ,” sebut Presiden.
Anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati menyadari, untuk memenuhi target kekuatan pokok minimum (minimum esssential force/MEF) memang kondisi anggarannya sekarang ini masih jauh dari nilai ideal. Tapi anggaran guna membangun TNI yang kuat harus dibarengi dengan kesejahteraan prajurit.
“Bayangkan alutsista kita canggih dan mahal, tapi prajuritnya hidup tak layak karena rumah prajurit dan kesejahteraannya masih belum baik. Bagaimana prajurit punya peran perjuangan yang mantab?” tanya wanita yang akrab disapa Nuning itu, Jumat (10/8/2012).
Anggota Fraksi Partai Hanura tersebut menyatakan, dibutuhkan biaya yang besar agar TNI memiliki armada pertahanan yang mumpuni. Karenanya wajar jika kemudian pemerintah berniat menambah alokasi anggaran pertahanan ini.
Dirinya mengimbau pemerintah agar alutsista yang dibeli harus tepat guna, tepat waktu, dan sesuai rencana strategis.
Sebelumnya di Mabes TNI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa dari laporan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, terdapat penyesuaian-penyesuaian dalam
rencana menuju MEF.
Pihaknya mempersilakan hal itu dilakukan selama pengadaan betul-betul diperlukan dan melengkapi kekuatan tempur TNI, kekuatan tangkal menghadapi geopolitik baru, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita. Selain itu juga tetap dalam batas kemampuan anggaran.
Presiden mengklaim kesejahteraan prajurit TNI sekarang ini sudah lebih layak dengan adanya peningkatan gaji, uang lauk pauk, dan tunjangan.
“Asuransi kesehatan insya Allah pada 1 januaari 2014 kita berlakukan. TNI dan keluarga akan dimasukkan di situ,” sebut Presiden.
(ysw)