Presiden minta anggaran pertahanan dikelola baik
Kamis, 09 Agustus 2012 - 15:11 WIB
Presiden minta anggaran pertahanan dikelola baik
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta anggaran pertahanan yang sangat besar dikelola secara baik. Pasalnya, kekuatan TNI masih jauh di bawah kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF).
“Bukan hanya pada saat Indonesia mengalami krisis, tapi sebelumnya pun kita tidak menambah alutsista dalam jumlah besar,” katanya saat memimpin rapat koordinasi di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (9/8/2012).
Presiden mengungkapkan, seiring perkembangannya, tugas TNI semakin banyak. Karena, tugas TNI saat ini tidak hanya menyangkut operasi militer perang (OMP), tapi juga operasi militer selain perang (OMSP) seperti penanganan bencana, pemeliharaan perdamaian, bahkan turut serta dalam pemberantasan terorisme.
Besarnya anggaran untuk pertahanan menurut SBY sangat wajar, karena dalam lima tahun ini Indonesia sedang melakukan peningkatan anggaran pertahanan secara signifikan, untuk membangun kekuatan pertahanan dan modernisasi alutsista TNI.
Apalagi, saat ini kondisi ekonomi Indonesia juga sudah kuat, sehingga ada porsi anggaran yang bisa diperuntukkan bagi pembangunan TNI. "Tidak hanya di Indonesia, anggaran pertahanan di negara-negara lain juga besar," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, SBY juga meminta Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro melaporkan isu-isu aktual yang menjadi perhatian masyarakat luas.
“Seperti pengadaan alutsista, perumahan dinas yang sering menjadi perdebatan di kalangan publik, kesejahteraan prajurit, tugas militer di perbatasan yang tak kalah pentingnya, kemudian kerjasama pertahanan dengan negara-negara sahabat,” pungkasnya.
“Bukan hanya pada saat Indonesia mengalami krisis, tapi sebelumnya pun kita tidak menambah alutsista dalam jumlah besar,” katanya saat memimpin rapat koordinasi di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (9/8/2012).
Presiden mengungkapkan, seiring perkembangannya, tugas TNI semakin banyak. Karena, tugas TNI saat ini tidak hanya menyangkut operasi militer perang (OMP), tapi juga operasi militer selain perang (OMSP) seperti penanganan bencana, pemeliharaan perdamaian, bahkan turut serta dalam pemberantasan terorisme.
Besarnya anggaran untuk pertahanan menurut SBY sangat wajar, karena dalam lima tahun ini Indonesia sedang melakukan peningkatan anggaran pertahanan secara signifikan, untuk membangun kekuatan pertahanan dan modernisasi alutsista TNI.
Apalagi, saat ini kondisi ekonomi Indonesia juga sudah kuat, sehingga ada porsi anggaran yang bisa diperuntukkan bagi pembangunan TNI. "Tidak hanya di Indonesia, anggaran pertahanan di negara-negara lain juga besar," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, SBY juga meminta Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro melaporkan isu-isu aktual yang menjadi perhatian masyarakat luas.
“Seperti pengadaan alutsista, perumahan dinas yang sering menjadi perdebatan di kalangan publik, kesejahteraan prajurit, tugas militer di perbatasan yang tak kalah pentingnya, kemudian kerjasama pertahanan dengan negara-negara sahabat,” pungkasnya.
(lil)