Pecat JK, Golkar bakal rugi besar
Kamis, 09 Agustus 2012 - 14:46 WIB
Pecat JK, Golkar bakal rugi besar
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) terancam dipecat dari partainya jika bersikukuh mencalonkan diri sebagai calon presiden 2014 lewat jalur partai lain. Namun jika Golkar berani memecat JK, maka partai beringin ini akan mengalami kerugian besar.
Pengamat politik lembaga survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menegaskan hal tersebut. "Sangat Rugi, wacana itu harus di stop. Apalagi JK lebih uggul dari ical," kata Burhan saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (9/8/2012).
Menurut Burhan, Golkar harus berpikir ulang untuk memecat tokoh senior partainya ini. Karena JK merupakan sosok senior yang masih memiliki pengaruh. Kalau JK dipecat dari partai orde itu, maka akan menimbulkan faksi yang sangat kuat dalam tubuh partai tersebut.
"Kalau dipecat akan terjadi faksi di internal Golkar, wacana pemecatan harus disetop. Kompentesi harus berjalan dengan sehat," saran pria yang kerab berkacamata itu.
Golkar berpikir matang menetapkan calon presiden dan tidak menutup peluang tokoh lain untuk maju sebagai capres. "Harus di pikirkan matang siapa yang akan di capreskan, untuk siapa yang akan diputuskan capres harus berdasarkan pada survei yang benar," pungkasnya.
Sementara, berdasarkan survei yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), elektabilitas JK berada di atas Aburizal Bakrie yang sudah ditetapkan sebagai calon presiden oleh Partai Golkar. JK memiliki elektabilitas 11,1 persen, Aburizal Bakrie sebesar 8,9 persen.
Dengan elektabilitas yang masih cukup tinggi tersebut, JK didengung-dengung menjadi incaran partai-partai lain untuk dijagokan dalam Pemilihan Presiden 2014.
Pengamat politik lembaga survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menegaskan hal tersebut. "Sangat Rugi, wacana itu harus di stop. Apalagi JK lebih uggul dari ical," kata Burhan saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (9/8/2012).
Menurut Burhan, Golkar harus berpikir ulang untuk memecat tokoh senior partainya ini. Karena JK merupakan sosok senior yang masih memiliki pengaruh. Kalau JK dipecat dari partai orde itu, maka akan menimbulkan faksi yang sangat kuat dalam tubuh partai tersebut.
"Kalau dipecat akan terjadi faksi di internal Golkar, wacana pemecatan harus disetop. Kompentesi harus berjalan dengan sehat," saran pria yang kerab berkacamata itu.
Golkar berpikir matang menetapkan calon presiden dan tidak menutup peluang tokoh lain untuk maju sebagai capres. "Harus di pikirkan matang siapa yang akan di capreskan, untuk siapa yang akan diputuskan capres harus berdasarkan pada survei yang benar," pungkasnya.
Sementara, berdasarkan survei yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), elektabilitas JK berada di atas Aburizal Bakrie yang sudah ditetapkan sebagai calon presiden oleh Partai Golkar. JK memiliki elektabilitas 11,1 persen, Aburizal Bakrie sebesar 8,9 persen.
Dengan elektabilitas yang masih cukup tinggi tersebut, JK didengung-dengung menjadi incaran partai-partai lain untuk dijagokan dalam Pemilihan Presiden 2014.
(mhd)