SDA mengaku realistis
Kamis, 09 Agustus 2012 - 05:31 WIB
SDA mengaku realistis
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) mengaku akan realistis bila partai menilai dirinya memang kurang layak menjadi calon presiden (capres).
Menurut menteri agama ini, PPP sangat terbuka bagi figur eksternal. Suryadharma menyatakan, hingga kini belum ada kepastian apakah PPP akan mendukung figur dari internal atau eksternal dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Dengan begitu, penilaian positif atau negatif tentang dirinya tidak perlu dipermasalahkan. “Jadi kalau ada orang yang menilai di luar PPP atau di dalam PPP mengenai diri saya, misalnya, itu sah-sah saja. Saya sangat realistis. PPP juga,” kilahnya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta,tadi malam.
Menanggapi ada keraguan dari internal PPP terhadap wacana pencapresan dirinya terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran di kementerian yang dia pimpin, Suryadharma mengaku tak mengerti harus bertanggung jawab dalam hal apa.
Mengenai Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar yang menyatakan dirinya bertanggung jawab memberi penjelasan, Suryadharma mengatakan,“Itu tanya sama Wamenag.” Suryadharma menambahkan, bila ada pihak-pihak yang terus menyudutkannya, dirinya siap meladeni.
“Yang mau bergesek-gesekan, silakan,” pungkas mantan menteri negara koperasi dan usaha kecil menengah ini.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi menyatakan, tidak ada jaminan posisi Suryadharma Ali sebagai ketua umum DPP PPP langsung membuatnya diusung menjadi capres.
PPP, kata Arwani, Selasa (7/8), tidak mau terjebak mempersempit peluang bagi munculnya tokoh-tokoh terbaik untuk memimpin bangsa.
Pengamat politik dari Charta Politica Yunarto Wijaya mengatakan, Suryadharma belum punya positioning yang kuat untuk dijadikan capres.
“Suryadharma nyaris tak punya modal apa pun dan memang tak masuk dalam hitungan tokoh kuat capres 2014. Saya kira PPP realistis dengan mencari figur eksternal,” katanya.
Posisi PPP sebagai partai medioker, ujar dia, adalah kelemahan utama bagi Suryadharma untuk maju sebagai capres. “PPP masuk dalam arus pengikut atau follower partai besar, dan cenderung bermain aman agar tetap eksis dalam percaturan politik,” sebut Yunarto.
Sementara itu, Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB) BM Wibowo mengatakan, strategi dalam mengusung capres memang berbeda antara satu partai dan partai lainnya.
Karena itu, dia yakin PPP memiliki pertimbangan politis untuk tidak memunculkan ketua umumnya sebagai capres 2014. Wibowo juga menekankan, sejatinya pengusungan tokoh capres tidak perlu menghitung risiko akan dibongkar cela dan kasusnya.
Menurut menteri agama ini, PPP sangat terbuka bagi figur eksternal. Suryadharma menyatakan, hingga kini belum ada kepastian apakah PPP akan mendukung figur dari internal atau eksternal dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Dengan begitu, penilaian positif atau negatif tentang dirinya tidak perlu dipermasalahkan. “Jadi kalau ada orang yang menilai di luar PPP atau di dalam PPP mengenai diri saya, misalnya, itu sah-sah saja. Saya sangat realistis. PPP juga,” kilahnya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta,tadi malam.
Menanggapi ada keraguan dari internal PPP terhadap wacana pencapresan dirinya terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran di kementerian yang dia pimpin, Suryadharma mengaku tak mengerti harus bertanggung jawab dalam hal apa.
Mengenai Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar yang menyatakan dirinya bertanggung jawab memberi penjelasan, Suryadharma mengatakan,“Itu tanya sama Wamenag.” Suryadharma menambahkan, bila ada pihak-pihak yang terus menyudutkannya, dirinya siap meladeni.
“Yang mau bergesek-gesekan, silakan,” pungkas mantan menteri negara koperasi dan usaha kecil menengah ini.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi menyatakan, tidak ada jaminan posisi Suryadharma Ali sebagai ketua umum DPP PPP langsung membuatnya diusung menjadi capres.
PPP, kata Arwani, Selasa (7/8), tidak mau terjebak mempersempit peluang bagi munculnya tokoh-tokoh terbaik untuk memimpin bangsa.
Pengamat politik dari Charta Politica Yunarto Wijaya mengatakan, Suryadharma belum punya positioning yang kuat untuk dijadikan capres.
“Suryadharma nyaris tak punya modal apa pun dan memang tak masuk dalam hitungan tokoh kuat capres 2014. Saya kira PPP realistis dengan mencari figur eksternal,” katanya.
Posisi PPP sebagai partai medioker, ujar dia, adalah kelemahan utama bagi Suryadharma untuk maju sebagai capres. “PPP masuk dalam arus pengikut atau follower partai besar, dan cenderung bermain aman agar tetap eksis dalam percaturan politik,” sebut Yunarto.
Sementara itu, Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB) BM Wibowo mengatakan, strategi dalam mengusung capres memang berbeda antara satu partai dan partai lainnya.
Karena itu, dia yakin PPP memiliki pertimbangan politis untuk tidak memunculkan ketua umumnya sebagai capres 2014. Wibowo juga menekankan, sejatinya pengusungan tokoh capres tidak perlu menghitung risiko akan dibongkar cela dan kasusnya.
(lns)