Parlemen Myanmar protes Ketua DPR RI

Selasa, 07 Agustus 2012 - 11:43 WIB
Parlemen Myanmar protes...
Parlemen Myanmar protes Ketua DPR RI
A A A
Sindonews.com - Ketua DPR RI Marzuki yang juga Presiden Parlemen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengaku menerima surat protes dari Ketua Parlemen Myanmar atas pernyataan sikapnya di media massa terkait aksi pembantaian etnis muslim Rohingya, Myanmar.

"Isi protes Myanmar panjang. Intinya mereka tak terima kalimat genocide, dan mereka menampik adanya diskriminasi. Surat protes itu baru saja saya terima," ujar Marzuki di Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Dalam surat protes itu, politikus partai Demokrat itu menuturkan, Parlemen Myanmar menjelaskan bahwa korban dalam pembantaian itu dari kedua belah pihak.
"Dalam surat protes juga dikatakan bahwa pemicu bentrok adalah gara-gara kasus perkosaan dan perampokan yang dilakukan oleh tiga orang muslim terhadap seorang ibu muda di desa Kyauk Ni Maw, di Rakhine State. Akhirnya terjadi perang suku. Itu pembelaan dalam surat protes tersebut," tandasnya.

Meski mendapat protes tersebut, Marzuki selaku Presiden Parlemen OKI tak akan mundur dalam membela penindasan kaum muslim etnis Rohingya. Bahkan dia akan tetap membuat surat yang ditujukan kepada sekretaris Perkumpulan Parlemen se-Asian PUIC.

Surat tersebut meminta agar seluruh anggota PUIC mengambil tanggung jawab sebagai bentuk solidaritas antar muslim terkait pembantaian muslim Rohingya.

Selaku Presiden Parlemen OKI, perlu diingatkan bahwa solidaritas ini tertera dalam resolusi nomor 11 yang diadopsi pada saat sidang umum ke-7 PUIC di Palembang belum lama ini.

Menurutnya, jika penanganan kasus pembantaian etnis Muslim Rohingya tidak ada, maka bisa saja itu memicu terjadinya kerusuhan etnis di negara lain. Termasuk umat Islam Indonesia terhadap umat Budha.

"Kalau lambat pasti ada. Nah kasus di Suriah beda-beda tipis. Suriah itu saling bantai antar muslim. Tapi yang seperti ini di kita (Indonesia) kayaknya sulit terjadi. Di negara kita, Pilkada saja minoritas bisa juara," terangnya.

Namun, Marzuki tidak menyebutkan bantuan konkret untuk korban pembantaian etnis beragama Muslim di Rohingya.

"Sebenarnya kita sangat ingin melakukan bantuan konkret yang langsung itu. Tapi memberi bantuan yang konkret ada mekanismenya, ada tata pergaulan internasional, ada lembaga-lembaga dunia yang bekerja, makanya saya selaku presiden Parlemen OKI mengingatkan dan mendesak agar badan-badan yang bertanggung jawab terkait itu turun-tangan," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
Infografis
Profil Anggito Abimanyu,...
Profil Anggito Abimanyu, Ketua LPS yang Didukung Menkeu Purbaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved