Mendikbud akan tunjuk Pjs Rektor pengganti Gumilar
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 10:00 WIB
Mendikbud akan tunjuk Pjs Rektor pengganti Gumilar
A
A
A
Sindonews.com - Kisruh Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri dengan para dekannya terus meruncing. Pemecatan delapan dekan yang dilakukan rektor beberapa lalu mendapatkan reaksi keras dari pemerintah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, dekan yang diberhentikan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri masih tetap aktif hingga terpilih rektor baru. Sebaliknya, Mendikbud mengumumkan jabatan Gumilar akan habis pada 14 Agustus 2012 mendatang. “Majelis Wali Amanat telah mengirim surat ke Kemendikbud bahwa jabatan Gumilar habis 14 Agustus 2012, dan akan diangkat pejabat sementara rektor dari pejabat eselon I,” katanya di Jakarta, Jumat 3 Agustus 2012.
Mohammad Nuh mengungkapkan, sikap rektor yang memberhentikan delapan dekan dan satu kepala pascasarjana itu atas isi pesan Majelis Wali Amanat (MWA) melalui surat tertanggal 26 Juli 2012. Dalam surat itu tertulis, MWA memutuskan masa bakti rektor akan berakhir pada 14 Agustus 2012. Selain itu MWA juga memutuskan rektor untuk melakukan proses pemilihan dekan yang habis masa baktinya, sesuai dengan peraturan dan tata tertib pemilihan yang berlaku di UI.
Namun, rektor pada akhirnya menafsirkan sendiri bahwa kedelapan orang tersebut untuk diberhentikan, dan bukan melakukan pemilihan kembali. “Namun kemarin, MWA sudah rapat dan mengambil keputusan. Intinya, dekan-dekan yang kemarin diberhentikan masih sah, dan aktif menjadi dekan,” katanya.
Berdasarkan data, delapan dekan dan satu ketua program yang dipecat rektor UI ialah Pelaksana Harian Ketua Program Pascasarjana UI Chandra Wijaya, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Dewi Irawati, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Bambang Wispriyono, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bambang Shergi Laksmono, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Bambang Wibawarta, Dekan Fakultas Teknik Bambang Sugiarto, Dekan Fakultas Matematika dan IPA Adi Basukriadi, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Bambang Irawan, dan Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul.
Mantan rektor ITS ini menjelaskan, MWA UI akan menyelenggarakan pemilihan rektor pada Agustus ini hingga Oktober. Dia menegaskan, kementerian tidak akan ikut campur dalam masalah apa pun yang terjadi di UI, tetapi meminta MWA yang menyelesaikannya. Adapun keterlibatan menteri dalam hal ini ialah atas status M Nuh yang masuk dalam anggota MWA UI. “Kalau menteri ikut bukan atas nama menteri atau institusi, melainkan atas nama MWA,” jelasnya.
Terkait dengan pemilihan pejabat rektor sementara, dia mengungkapkan sejumlah nama di kementerian dapat diusulkan. Beberapa nama itu yakni Staf Ahli Bidang Hukum Mendikbud Anna Erliana, Staf Ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi, Dirjen PAUDNI Lydia Freyani Hawadi, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud Syawal Gultom, Dirjen Dikti Djoko Santoso, dan Wamendikbud Musliar Kasim.
Di tempat terpisah, delapan dekan dan satu ketua program pascasarjana mengirimkan surat mosi tidak percaya atas Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri kepada Mendikbud kemarin. Mosi tidak percaya tersebut merupakan buntut dari pemberhentian mereka sebagai dekan, menjelang habisnya masa jabatan rektor UI pada 14 Agustus 2012 mendatang. Dekan Fakultas Teknik Bambang Sugiarto mengaku sudah menerima surat pemberhentian sejak 31 Juli 2012.
Namun, perkuliahan tetap berjalan sebagaimana biasa sambil menjelaskan situasi kampus kepada mahasiswa dan wakil dekan. Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul menambahkan, segala kegiatan sudah diserahkan pada wakil dekan yang diangkat oleh rektor. Meskipun begitu, seluruh organ di kampus menolak keras keputusan rektor memberhentikan para dekan. “Rektor menyurati fakultas untuk membentuk panitia pemilihan dekan dan menyeleksi para calonnya. Tapi ini tiba-tiba malah diberhentikan. Tim transisi menolak, dewan guru besar juga menolak, MWA juga,” tandasnya.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI (BEM UI) Faldo Maldini mengatakan, masa jabatan para dekan memang telah habis. Namun, sebenarnya pada 22 Desember 2011 telah ada perjanjian antara rektor, MWA, dan Mendikbud untuk menyelenggarakan pemilihan dekan setelah pemilihan rektor.
Oleh karena itu, jika saat ini rektor sudah melakukan pemecatan, ini menyalahi perjanjian. Faldo memastikan kisruh ini menyebabkan instabilitas di dalam kampus. “Contohnya 9.000 lulusan tahun ini bingung, nanti siapa yang akan menandatangani ijazah mereka. Intinya, kami menginginkan sosok rektor seperti ayah yang bisa ditemui dan ditanya. Syukur-syukur kalau dikasih uang,” imbuhnya.
BEM UI juga mengancam akan melakukan demo besar-besaran apabila Gumilar tidak mundur hingga 12 Agustus 2012 mendatang. Mereka mengancam akan menduduki rektorat siang malam. Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi UI Siane Indriani mengatakan, berdasarkan hasil rapat MWA UI pada 26 Juli 2012, seluruh fakultas yang masa jabatan dekannya berakhir diminta segera melakukan pemilihan dekan baru.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, dekan yang diberhentikan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri masih tetap aktif hingga terpilih rektor baru. Sebaliknya, Mendikbud mengumumkan jabatan Gumilar akan habis pada 14 Agustus 2012 mendatang. “Majelis Wali Amanat telah mengirim surat ke Kemendikbud bahwa jabatan Gumilar habis 14 Agustus 2012, dan akan diangkat pejabat sementara rektor dari pejabat eselon I,” katanya di Jakarta, Jumat 3 Agustus 2012.
Mohammad Nuh mengungkapkan, sikap rektor yang memberhentikan delapan dekan dan satu kepala pascasarjana itu atas isi pesan Majelis Wali Amanat (MWA) melalui surat tertanggal 26 Juli 2012. Dalam surat itu tertulis, MWA memutuskan masa bakti rektor akan berakhir pada 14 Agustus 2012. Selain itu MWA juga memutuskan rektor untuk melakukan proses pemilihan dekan yang habis masa baktinya, sesuai dengan peraturan dan tata tertib pemilihan yang berlaku di UI.
Namun, rektor pada akhirnya menafsirkan sendiri bahwa kedelapan orang tersebut untuk diberhentikan, dan bukan melakukan pemilihan kembali. “Namun kemarin, MWA sudah rapat dan mengambil keputusan. Intinya, dekan-dekan yang kemarin diberhentikan masih sah, dan aktif menjadi dekan,” katanya.
Berdasarkan data, delapan dekan dan satu ketua program yang dipecat rektor UI ialah Pelaksana Harian Ketua Program Pascasarjana UI Chandra Wijaya, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Dewi Irawati, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Bambang Wispriyono, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bambang Shergi Laksmono, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Bambang Wibawarta, Dekan Fakultas Teknik Bambang Sugiarto, Dekan Fakultas Matematika dan IPA Adi Basukriadi, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Bambang Irawan, dan Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul.
Mantan rektor ITS ini menjelaskan, MWA UI akan menyelenggarakan pemilihan rektor pada Agustus ini hingga Oktober. Dia menegaskan, kementerian tidak akan ikut campur dalam masalah apa pun yang terjadi di UI, tetapi meminta MWA yang menyelesaikannya. Adapun keterlibatan menteri dalam hal ini ialah atas status M Nuh yang masuk dalam anggota MWA UI. “Kalau menteri ikut bukan atas nama menteri atau institusi, melainkan atas nama MWA,” jelasnya.
Terkait dengan pemilihan pejabat rektor sementara, dia mengungkapkan sejumlah nama di kementerian dapat diusulkan. Beberapa nama itu yakni Staf Ahli Bidang Hukum Mendikbud Anna Erliana, Staf Ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi, Dirjen PAUDNI Lydia Freyani Hawadi, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud Syawal Gultom, Dirjen Dikti Djoko Santoso, dan Wamendikbud Musliar Kasim.
Di tempat terpisah, delapan dekan dan satu ketua program pascasarjana mengirimkan surat mosi tidak percaya atas Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri kepada Mendikbud kemarin. Mosi tidak percaya tersebut merupakan buntut dari pemberhentian mereka sebagai dekan, menjelang habisnya masa jabatan rektor UI pada 14 Agustus 2012 mendatang. Dekan Fakultas Teknik Bambang Sugiarto mengaku sudah menerima surat pemberhentian sejak 31 Juli 2012.
Namun, perkuliahan tetap berjalan sebagaimana biasa sambil menjelaskan situasi kampus kepada mahasiswa dan wakil dekan. Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul menambahkan, segala kegiatan sudah diserahkan pada wakil dekan yang diangkat oleh rektor. Meskipun begitu, seluruh organ di kampus menolak keras keputusan rektor memberhentikan para dekan. “Rektor menyurati fakultas untuk membentuk panitia pemilihan dekan dan menyeleksi para calonnya. Tapi ini tiba-tiba malah diberhentikan. Tim transisi menolak, dewan guru besar juga menolak, MWA juga,” tandasnya.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI (BEM UI) Faldo Maldini mengatakan, masa jabatan para dekan memang telah habis. Namun, sebenarnya pada 22 Desember 2011 telah ada perjanjian antara rektor, MWA, dan Mendikbud untuk menyelenggarakan pemilihan dekan setelah pemilihan rektor.
Oleh karena itu, jika saat ini rektor sudah melakukan pemecatan, ini menyalahi perjanjian. Faldo memastikan kisruh ini menyebabkan instabilitas di dalam kampus. “Contohnya 9.000 lulusan tahun ini bingung, nanti siapa yang akan menandatangani ijazah mereka. Intinya, kami menginginkan sosok rektor seperti ayah yang bisa ditemui dan ditanya. Syukur-syukur kalau dikasih uang,” imbuhnya.
BEM UI juga mengancam akan melakukan demo besar-besaran apabila Gumilar tidak mundur hingga 12 Agustus 2012 mendatang. Mereka mengancam akan menduduki rektorat siang malam. Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi UI Siane Indriani mengatakan, berdasarkan hasil rapat MWA UI pada 26 Juli 2012, seluruh fakultas yang masa jabatan dekannya berakhir diminta segera melakukan pemilihan dekan baru.
(lil)