Kasus Ogan Ilir, Dahlan Iskan diminta tanggungjawab!

Kamis, 02 Agustus 2012 - 07:59 WIB
Kasus Ogan Ilir, Dahlan...
Kasus Ogan Ilir, Dahlan Iskan diminta tanggungjawab!
A A A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan diminta bertanggungjawab atas penembakan yang dilakukan anggota Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) saat bentrok dengan warga Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan ilir.

"Tentu saja Dahlan Iskan sebagai 'bos besar' BUMN harus bertanggung jawab secara moral atas kejadian ini," ujar Aktivis Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi saat berbincang dengan Sindonews, Rabu 1 Agustus 2012 malam.

Ditambahkan Ahie, penembakan itu dipicu sengketa lahan perkebunan tebu antara warga Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, dengan PT Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis, Ogan Ilir. Warga sekitar mengklaim tanah perkebunan tebu itu milik nenek moyang mereka. Sementara pihak perusahaan mengklaim, tanah itu milik mereka dan sudah dibeli.

Tidak adanya kata sepakat antar dua kelompok itu membuat konflik kian meruncing yang berujung pada protes warga. Hilangnya 127 ton pupuk milik PT Perkebunan Nusantara di rayon tiga pada 17 Juli 2012, diduga menjadi pemicu dipanggilnya satuan Brimob dari Polda Sumsel.

Kemudian anggota Brimob itu melakukan patroli di kawasan perkebunan. Melihat desanya dimasuki Brimob bersenjata lengkap, warga menghadang dan menanyai anggota Brimob itu. Sempat terjadi adu mulut antara anggota Brimob dengan warga hingga berujung saling lempar batu.

Merasa terancam, anggota Brimob langsung menembaki warga dengan peluru tajam. Peluru itu mengenai kepala seorang bocah berusia 12 tahun Angga bin Darmawan, dan empat warga lainnya. Angga tewas di tempat dengan luka tembak tepat di kepala sebelah kanan.

"Polisi tidak punya alasan hukum dan moral obligation untuk membantah tidak menembaki rakyat di Ogan Ilir. Karena secara hukum di area (konflik) itu hanya polisi (Brimob) yang membawa senjata," terang Adhie.

Lebih lanjut, Adhie menjelaskan, banyak kasus penembakan oleh Brimopb di berbagai tempat konflik (agraria) adalah fakta yang sering terungkap. Tapi fakta itu sering juga dibantah polisi. Sehingga secara moral, bantahan polisi (tidak menembak Angga) kehilangan kepercayaan.
(san)
Berita Terkait
Polisi Ungkap Provokator...
Polisi Ungkap Provokator Bentrokan Massa di Pancoran
Perjuangan 40 Tahun...
Perjuangan 40 Tahun Membebaskan Tanah Adat 5 Keturunan Bandar Dewa
Warga Terlibat Bentrok...
Warga Terlibat Bentrok Sengketa Tanah dengan Pengembang
Bentrok soal Tanah Jalan...
Bentrok soal Tanah Jalan Platina 4 Medan, Risma: Kami Diserang Terlebih Dahulu
Pasukan Brimob Bentrok...
Pasukan Brimob Bentrok dengan Ibu-ibu Adat Tolak Waduk Lambo
Jerit Tangis Ibu-ibu...
Jerit Tangis Ibu-ibu Adat Rendu Diborgol Brimob Saat Hadang Pengukuran Lahan Waduk
Berita Terkini
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Fantastis! Polisi Sita...
Fantastis! Polisi Sita 74 Kg Emas dan Valas di Rumah Bogor, Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved