SBY tak senang banyak yang berobat ke LN
Rabu, 01 Agustus 2012 - 16:07 WIB
SBY tak senang banyak yang berobat ke LN
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tidak senang dengan banyaknya warga Indonesia yang lebih memilih untuk berobat ke rumah sakit di luar negeri (LN).
"Terus terang, tidak begitu gembira kalau bangsa Indonesia, terutama golongan mampu berobat ke luar negeri," kata Presiden SBY saat jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Untuk itu menurutnya, pemerintah sejak 2004 mengutamakan pembangunan rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan pos layanan terpadu (Posyandu) di daerah. Selain itu, pemerintah juga selalu berusaha meningkatkan kualitas dari sebuah rumah sakit, agar seluruh warga Indonesia mau berobat di rumah sakit dalam negeri.
Namun sikap SBY ini bertolak belakang dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono yang menjalani operasi syaraf leher di RS Allegheny General Hospital, 320 North East Avenue, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, 15 Juni 2012 lalu. Kabarnya tindakan medis itu dilakukan karena fasilitas yang dibutuhkan belum tersedia di dalam negeri. Selama menjalani perawatan, Ani Yudhoyono didampingi ketua tim dokter kepresidenan.
Sementara terkait kurangnya tenaga dokter, khususnya dokter gigi, SBY menegaskan Kemenkes harus bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter gigi.
"Dengan anggaran besar diharapkan lulusan dari nasional bisa memenuhi sesuai dengan keperluan tenaga kerja untuk seluruh tanah air," ujarnya.
Selain itu, SBY juga berharap Indonesia mampu membangun kemandirian bahan baku obat, agar tidak selalu mengimpor dari luar negeri. "Masih banyak bahan baku yang diimpor. Sudah ada timeline pengurangan itu, jadikan prioritas, kita memiliki industri yang lebih kuat, dan mandiri ini strategis untuk pembangunan kesehatan kita," ungkapnya.
"Terus terang, tidak begitu gembira kalau bangsa Indonesia, terutama golongan mampu berobat ke luar negeri," kata Presiden SBY saat jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Untuk itu menurutnya, pemerintah sejak 2004 mengutamakan pembangunan rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan pos layanan terpadu (Posyandu) di daerah. Selain itu, pemerintah juga selalu berusaha meningkatkan kualitas dari sebuah rumah sakit, agar seluruh warga Indonesia mau berobat di rumah sakit dalam negeri.
Namun sikap SBY ini bertolak belakang dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono yang menjalani operasi syaraf leher di RS Allegheny General Hospital, 320 North East Avenue, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, 15 Juni 2012 lalu. Kabarnya tindakan medis itu dilakukan karena fasilitas yang dibutuhkan belum tersedia di dalam negeri. Selama menjalani perawatan, Ani Yudhoyono didampingi ketua tim dokter kepresidenan.
Sementara terkait kurangnya tenaga dokter, khususnya dokter gigi, SBY menegaskan Kemenkes harus bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter gigi.
"Dengan anggaran besar diharapkan lulusan dari nasional bisa memenuhi sesuai dengan keperluan tenaga kerja untuk seluruh tanah air," ujarnya.
Selain itu, SBY juga berharap Indonesia mampu membangun kemandirian bahan baku obat, agar tidak selalu mengimpor dari luar negeri. "Masih banyak bahan baku yang diimpor. Sudah ada timeline pengurangan itu, jadikan prioritas, kita memiliki industri yang lebih kuat, dan mandiri ini strategis untuk pembangunan kesehatan kita," ungkapnya.
(lil)