232 DPD II Golkar bakal pindah

Selasa, 31 Juli 2012 - 08:40 WIB
232 DPD II Golkar bakal...
232 DPD II Golkar bakal pindah
A A A
Sindonews.com - Ratusan pengurus DPD II (tingkat kabupaten/kota) Partai Golkar segera pindah ke sebuah parpol besar. Mereka tidak puas dengan kepemimpinan Ketua Umum, Aburizal Bakrie (Ical).

Ketua Forum Silaturahmi DPD II Partai Golkar Muntasir Hamid mengatakan, sedikitnya sudah ada 232 pengurus DPD II yang siap hijrah ke parpol lain. Sebagian besar dari mereka adalah ketua dan sekretaris.

”Mereka yang akan mundur adalah pengurus di sejumlah daerah basis suara Golkar seperti Jawa Barat dan beberapa daerah Indonesia bagian timur, dan hampir di seluruh Sulawesi. Sebagian juga di Sumatera Utara, NAD,dan Jawa Timur,” sebut Muntasir di Jakarta kemarin.

Selain tidak puas dengan kepemimpinan Ical, kata Muntasir, penyebab lain para pengurus ini mempertimbangkan untuk mundur adalah keputusan DPP Golkar yang tidak memberi jatah menjadi calon legislator (caleg) DPRkepadamereka.

Ancaman pemecatan kepada mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) juga menjadi alasan para pengurus daerah tak nyaman lagi berada di Golkar.
Muntasir enggan menyebutkan parpol besar yang akan menjadi partai baru para pengurus daerah tersebut dengan alasan etika.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Fadel Muhammad menyangkal kabar tersebut. Fadel memandang kabar ini hanya isu yang diembuskan untuk memanaskan internal parpol berlambang beringin.

”Saya sudah cek langsung ke daerah-daerah.Ini hanya isu,” katanya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Nurul Arifin justru menyatakan, partainya bersyukur jika banyak kader pindah ke partai lain. ”Artinya, ada kesempatan regenerasi di Golkar, jadi yang di bawah punya kesempatan lebih cepat untuk naik,” ungkapnya.

”Ukuran pencalegan di antaranya pengabdian, dedikasi, loyalitas, dan tidak ter-cela,” ungkap Nurul.

”Tapi memang ada kuota khusus 10 persen bagi tokoh masyarakat,” akunya.
Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana memandang, pencalegan memang rawan mengundang konflik internal parpol. Tak heran bila hal ini terjadi puladiGolkar.

”Para pengendali partai ataupun pemegang struktur kepengurusan pasti menjalankan politik inklusi atau eksklusi. Ini biang perpecahan. Apalagi, sempat mencuat ada penolakan kepada Ical sebagai capres di sejumlah daerah,” paparnya.

Agar Golkar selamat dari eksodus kader ke partai lain, lanjut dia, pengurus pusat harus memperjelas dan menjalankan mekanisme seleksi caleg secara fairdan demokratis.
(lns)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Mensesneg Sebut Pengunduran...
Mensesneg Sebut Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus Tidak Pakai Keppres
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, Nasibnya di Satgas PKH Belum Jelas
Ini Alasan KPK Belum...
Ini Alasan KPK Belum Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Kejaksaan: Roy Suryo...
Kejaksaan: Roy Suryo Salah Alamat Minta Kejari Jaksel Batalkan Penetapan Tersangkanya
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved