Emir Moeis terima USD300 ribu

Kamis, 26 Juli 2012 - 18:52 WIB
Emir Moeis terima USD300...
Emir Moeis terima USD300 ribu
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya secara resmi mengumumkan status tersangka Ketua Komisi XI DPR RI Emir Moeis.

Politikus PDIP ini diduga kuat terlibat dalam kasus suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan, Lampung Selatan, tahun 2004.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto menyatakan, Emir dijadikan tersangka karena diduga menerima suap terkait proyek tersebut sebesar USD300 ribu.

"Uang yang diduga diterima IEM, lebih dari USD300 ribu," jelas Bambang saat menggelar jumpa pers, di kantor KPK, Jakarta, Kamis (25/7/2012).

Menurut Bambang uang itu diterima dari PT AI yang diduga adalah PT Aston Indonesia.

"Atas tindakan itu, Emir dikenakan pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 12 a dan b, atau pasal 11 dan atau pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," jelas Bambang.

Sementara itu, untuk kepentingan penyidikan, Emir sudah dicegah bepergian ke luar negeri.

Selain itu dua bos perusahaan swasta juga ikut dilarang meninggalkan Indonesia. Mereka yakni Zuliansyah Putra Zulkarnain (Direktur Utama PT Artha Nusantara Utama) dan Reza Roestam Moenaf (General Manager PT Indonesian Site Marine).

Proyek pembangunan PLTU Tarahan mulai dilakukan sejak September 2004. Proyek itu dimaksudkan untuk mengatasi krisis listrik di Pulau Sumatera bagian Selatan ini dibiayai oleh dana APBN. Proyek ini ditaksir menghabiskan dana lebih dari USD200 juta.

Sebelumnya, status tersangka disandang Emir sendiri lebih dulu diketahui publik sebelum KPK mengumumkan secara resmi. Bocornya status tersangka Emir lantaran Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menyampaikan kepada wartawan soal pencegahan ke luar negeri ditujukan Emir karena berstatus tersangka.
(lns)
Berita Terkait
KPK Ciduk Crazy Rich...
KPK Ciduk 'Crazy Rich' Samin Tan di Kafe Kawasan MH Thamrin Jakarta
Eni Maulani Saragih...
Eni Maulani Saragih Lunasi Uang Pengganti Kasus Korupsi PLTU Riau-1 Rp5 Miliar
Halim Kalla, Adik JK...
Halim Kalla, Adik JK Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan PLTU
Polri Cegah Halim Kalla...
Polri Cegah Halim Kalla Keluar Negeri Terkait Dugaan Korupsi PLTU
PLTU Barru OMU Berkomitmen...
PLTU Barru OMU Berkomitmen Catatkan Performa Optimal
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Berita Terkini
Breaking News, Kejaksaan...
Breaking News, Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa!
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Infografis
Jadi Kawan Israel, Maroko...
Jadi Kawan Israel, Maroko Negara Arab Pertama yang Terima F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved