Kadisdik & Sekdisdik Depok mundur karena tertekan

Rabu, 25 Juli 2012 - 16:40 WIB
Kadisdik & Sekdisdik...
Kadisdik & Sekdisdik Depok mundur karena tertekan
A A A
Sindonews.com - Kekisruhan terjadi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi alasan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Asep Rahmat dan Sekretaris Dinas Pendidikan Dwi Rahma mengundurkan dari jabatan.

Hal tersebut diakui Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad, dia membenarkan Kadisdik dan Sekdisdik mengundurkan diri dari jabatannya lantaran tidak kuat menahan mental menjalankan Peraturan Wali Kota (Perwa) terkait penghapusan jatah bina lingkungan. Sedangkan pihaknya sendiri, tidak bisa menahan keputusan dua pejabat itu.

“Saya melihat sesuatu yang wajar, maka kami tak bisa menahan, mental seseorang kan lain-lain, kemampuan mental seseorang menghadapi kondisi kan lain-lain, dia merasa banyak tekanan-tekanan,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/7/2012).

Idris menambahkan keduanya khawatir akan ada efek yang tidak baik dengan kondisi ke depan, terutama dari sisi politik pemerintahan.

“Karena itu mereka memilih untuk mundur, ketika mereka mengambil sebuah sikap tidak mengakomodir keinginan masyarakat terkait siswa titipan-titipan itu tadi,” paparnya.

Sementara, setelah keduanya mengundurkan diri, Wali Kota Nur Mahmudi Ismail melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Hery Pansila menunda pelaksanaan penghapusan jatah bina lingkungan.

Pemkot bahkan meminta kepala sekolah mengakomodir permintaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait bina lingkungan.

Kepala Bidang (Kabid) Penerimaan Dasar (Pendas) Disdik Kota Depok Mochammad Nurdin mengatakan kekosongan jabatan Kepala Dinas membuat semua staff bagian, termasud Kabid dan Kasie Disdik harus bekerja sama.

"Banyaknya siswa miskin yang terdata oleh kami ada sekitar 3.000 ribu orang," kata Nurdin.

Dengan banyak jumlah siswa tersebut, kata dia, justru akan membuat Disdik menjadi kewalahan. Terlebih kuota siswa yang diatur oleh Jamkesda hanya dibatasi 20 persen, sehingga dianggap menghapus kesempatan masyarakat miskin yang ada di sekitar lingkungan sekolah untuk dapat melanjutkan pendidikan di tempat itu.
(lns)
Berita Terkait
PPDB SMAN Amburadul,...
PPDB SMAN Amburadul, Ombudsman Sumut: Gubernur Harus Jelaskan Kekacauan Ini
Pendaftaran Ulang Peserta...
Pendaftaran Ulang Peserta Didik SMAN 1 Kisaran Kisruh
Catat! Tak Ada Toleransi...
Catat! Tak Ada Toleransi Bagi Peserta Didik Manipulasi Data PPDB SMA/SMK Negeri
Sulitkan Anak Bersekolah,...
Sulitkan Anak Bersekolah, Warga Jakarta Keluhkan Sistem Online PPDB 2024
PPDB Tahap 1 di Jawa...
PPDB Tahap 1 di Jawa Barat Dimulai Hari Ini!
Panitia PPDB SD di Kepulauan...
Panitia PPDB SD di Kepulauan Seribu Gelar Pendaftaran Secara Offline
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved