Ayin tokoh kunci korupsi di Buol
Senin, 23 Juli 2012 - 17:05 WIB
Ayin tokoh kunci korupsi di Buol
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menganggap Artalyta Suryani sebagai sosok yang sangat penting dalam kasus dugaan suap penerbitan hak guna usaha (HGU) lahan perkebunan sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan kepada Artalyta di Singapura hari ini adalah pemeriksaan yang harus dilakukan, karena KPK sangat memerlukan keterangannya. Bahkan, KPK menganggap sangat penting untuk memeriksa wanita yang akrab disapa Ayin itu dalam waktu secepatnya.
"Jadi ini memang atas kesepakatan penyidik dengan yang bersangkutan. Dia ini saksi, dan karena KPK memang berkepentingan dengan data yang dimiliki Ayin, sehingga tim penyidik yang akhirnya ke Singapura," katanya di Kantor KPK, Jakarta, Senin (23/7/2012).
Namun, Johan juga enggan menjelaskan dengan rinci mengapa mantan narapidana dalam kasus suap kepada Jaksa Urip Trigunawan itu menjadi sangat penting di kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Buol Amran Batalipu. Dia hanya mau menegaskan jika pemeriksaan Ayin dilakukan dalam kapasitas saksi untuk tersangka Yani Anshori (YA).
"Digaris bawahi bahwa KPK butuh informasi dari Ayin," tegasnya.
Ayin sendiri diduga memiliki perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Buol, Sulawesi Tengah, dengan nama PT Sonokeling Buana. Bahkan, perusahaan itu juga disebut-sebut pernah menggelontorkan sejumlah dana untuk penerbitan HGU lahan perkebunan di Kabupaten Buol.
Saat dikonfirmasi, Ayin membantah perusahaan itu miliknya. Dia menyebut perusahaan itu milik anaknya, dan dirinya tidak memiliki saham di perusahaan itu.
Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan kepada Artalyta di Singapura hari ini adalah pemeriksaan yang harus dilakukan, karena KPK sangat memerlukan keterangannya. Bahkan, KPK menganggap sangat penting untuk memeriksa wanita yang akrab disapa Ayin itu dalam waktu secepatnya.
"Jadi ini memang atas kesepakatan penyidik dengan yang bersangkutan. Dia ini saksi, dan karena KPK memang berkepentingan dengan data yang dimiliki Ayin, sehingga tim penyidik yang akhirnya ke Singapura," katanya di Kantor KPK, Jakarta, Senin (23/7/2012).
Namun, Johan juga enggan menjelaskan dengan rinci mengapa mantan narapidana dalam kasus suap kepada Jaksa Urip Trigunawan itu menjadi sangat penting di kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Buol Amran Batalipu. Dia hanya mau menegaskan jika pemeriksaan Ayin dilakukan dalam kapasitas saksi untuk tersangka Yani Anshori (YA).
"Digaris bawahi bahwa KPK butuh informasi dari Ayin," tegasnya.
Ayin sendiri diduga memiliki perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Buol, Sulawesi Tengah, dengan nama PT Sonokeling Buana. Bahkan, perusahaan itu juga disebut-sebut pernah menggelontorkan sejumlah dana untuk penerbitan HGU lahan perkebunan di Kabupaten Buol.
Saat dikonfirmasi, Ayin membantah perusahaan itu miliknya. Dia menyebut perusahaan itu milik anaknya, dan dirinya tidak memiliki saham di perusahaan itu.
(lil)