Proses penganggaran diselidiki

Senin, 23 Juli 2012 - 08:58 WIB
Proses penganggaran...
Proses penganggaran diselidiki
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak mendalami proses penganggaran kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sport Center Hambalang Tahun Anggaran 2010 sampai 2012, milik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Proyek dengan total anggaran Rp2,5 triliun itu diduga sarat berbagai kejanggalan, penyelewengan, dan ketimpangan dalam pengajuan dan pelaksanaan anggaran. Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Oce Madril menilai, kasus dugaan korupsi ini diduga tidak hanya melibatkan orang-orang di tingkat pelaksana proyek, tetapi juga jajaran elite kementerian.

Dia bahkan menilai menteri menjadi orang yang seharusnya paling bertanggung jawab dalam proyek ini. “KPK harus mencari keterlibatan Menteri Andi (Mallarangeng),” ujar Oce saat dihubungi di Jakarta, Minggu 22 Juli 2012.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan Kepala Biro Rumah Tangga dan Keuangan Kemenpora Deddy Kusnidar sebagai tersangka korupsi proyek ini.

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bambang Widjojanto mengatakan, Deddy merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemenpora. Sebagai penyelenggara negara, Deddy disangka telah menyalahgunakan kewenangan dalam pengadaan sarana dan prasarana Sport Center Hambalang itu.

Menurut Oce, modus kasus ini antara lain permintaan peningkatan anggaran hingga mencapai Rp2,5 triliun. Permintaan anggaran selalu disetujui DPR sejak 2010 lalu.

“Ini sangat dimungkinkan lobi-lobi elite, tak mungkin hanya di tingkat pelaksana, besar kemungkinan di level menteri. Pertanyaannya adalah, untuk apa anggaran sebesar itu,” papar dia.

Menurut Oce, ada banyak terperiksa kasus ini yang menyebutkan adanya indikasi Hambalang merupakan proyek bagi-bagi. Bahkan, proyek ini sudah dirancang untuk menjadi sumber korupsi di kalangan eksekutif.

Dia menduga uang juga bisa jadi mengalir ke DPR berbentuk fee. Dugaan adanya masalah dalam proses penganggaran, bisa menjadi pintu masuk bagi KPK untuk mendalami kasus ini dan menemukan keterlibatan pihak lain selain Deddy.

Andi Mallarangeng dalam berbagai kesempatan telah berulang kali membantah terlibat. Dia menegaskan bahwa pertemuan dengan Nazaruddin, Angelina Sondakh, Mirwan Amir, dan Mahyudin tidak spesifik membahas hal khusus seperti proyek Hambalang. Pertemuan itu hanya membahas program kementerian secara umum.
(lil)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Jamu Herbal yang Bisa...
Jamu Herbal yang Bisa Bantu Proses Penyembuhan Cacar Monyet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved