UI dirikan Abdurrahman Wahid Center
Kamis, 19 Juli 2012 - 09:30 WIB
UI dirikan Abdurrahman Wahid Center
A
A
A
Sindonews.com - Universitas Indonesia (UI) mendirikan Abdurrahman Wahid Center(AWC) untuk riset atau diskusi tentang demokrasi, perdamaian dunia, atau penyelesaian konflik sosial.
Ruangan AWC berlokasi di Lantai 3 Perpustakaan Pusat UI, Depok. Di dalamnya terdapat ratusan arsip buku-buku karya danmengenai almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Ada pula fasilitas multimedia untuk mengakses lebih dari 100 jurnal internasional tentang Gus Dur.
Menurut Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri, AWC diarahkan tidak hanya sebagai tempat memelihara pemikiran Gus Dur, tapi kelak dapat menjadi pusat berkembangnya dialog dan mediasi perdamaian.
“Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang gigih dan menciptakan dunia baru yang seimbang. Karena itu, UI membawa nama beliau untuk mendorong terjadi dialog menuju Indonesia dan UI yang lebih baik,” ungkap Gumilar dalam peresmian AWC di Kampus UI Depok kemarin. Pembukaan AWC dihadiri keluarga besar Gus Dur dan para sahabatnya.
Sementara itu, istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah, yang hadir dalam pembukaan AWC kemarin berharap AWC menjadi oase dan prasasti bagi generasi muda yang ingin melanjutkan gagasan dan perjuangan Gus Dur. Dengan begitu, publik akan semakin mudah memahami berbagai pemikiran Gus Dur.
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI Said Agil Siradj menyatakan, Gus Dur adalah tokoh lintas agama, budaya, dan negara.
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU) ini memandang, GusDur sangat mampu mengendalikan massa pengikutnya.
“Saya berharap AWC mampu menangkis isu laten tentang aksi terorisme yang bersumber di kampus,”katanya.
Ruangan AWC berlokasi di Lantai 3 Perpustakaan Pusat UI, Depok. Di dalamnya terdapat ratusan arsip buku-buku karya danmengenai almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Ada pula fasilitas multimedia untuk mengakses lebih dari 100 jurnal internasional tentang Gus Dur.
Menurut Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri, AWC diarahkan tidak hanya sebagai tempat memelihara pemikiran Gus Dur, tapi kelak dapat menjadi pusat berkembangnya dialog dan mediasi perdamaian.
“Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang gigih dan menciptakan dunia baru yang seimbang. Karena itu, UI membawa nama beliau untuk mendorong terjadi dialog menuju Indonesia dan UI yang lebih baik,” ungkap Gumilar dalam peresmian AWC di Kampus UI Depok kemarin. Pembukaan AWC dihadiri keluarga besar Gus Dur dan para sahabatnya.
Sementara itu, istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah, yang hadir dalam pembukaan AWC kemarin berharap AWC menjadi oase dan prasasti bagi generasi muda yang ingin melanjutkan gagasan dan perjuangan Gus Dur. Dengan begitu, publik akan semakin mudah memahami berbagai pemikiran Gus Dur.
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI Said Agil Siradj menyatakan, Gus Dur adalah tokoh lintas agama, budaya, dan negara.
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU) ini memandang, GusDur sangat mampu mengendalikan massa pengikutnya.
“Saya berharap AWC mampu menangkis isu laten tentang aksi terorisme yang bersumber di kampus,”katanya.
(lns)