Hakim MK terima The Distinguished Global Alumni Award
Rabu, 18 Juli 2012 - 09:13 WIB
Hakim MK terima The Distinguished Global Alumni Award
A
A
A
Sindonews.com-SouthernMethodist University Dedman School of Law, Dallas, Texas Amerika Serikat memberikan penghargaan kepada Hakim Konstitusi Harjono sebagai The Distinguished Global Alumni Award atas prestasi dan pencapaiannya selama masa karirnya di Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin.
Dalam pernyataannya, SMU Dedman School of Law menyatakan Hakim Konstitusi Harjono memang pantas terpilih dikarenakan prestasinya yang luar biasa, sehingga bisa membawa pengaruh positif bagi almamaternya.
"Selama ini saya hanya melakukan tugas saya sewajarnya saja," ucap Hakim Harjono di Gedung Mahkamah Konstitusi kemarin.
Perwakilan dari Southern Methodist University Dedman School of Law John B.Attanasio mengatakan Harjono terpilih atas prestasinya dan kontribusinya untuk masyarakat selama menjadi hakim MK dan pencapaiannya di bidang hukum selama ini.
"Kita meminta masukan dari semua alumni dan menerima beberapa nama alumni. Selain Harjono, mantan Ketua MA, Bagir Manan pernah mendapat penghargaan ini. Semoga lebih banyak dari Indonesia yang bisa sekolah di sana dan mengukir prestasi," kata John B. Attanasio.
Sebelumnya, Hakim Harjono memang pernah menjalankan pendidikan di SMU Dedman School of Law pada tahun 1980-1981 dan berhasil meraih Master of Comparative Law.
Dalam acara pemberian penghargaan kemarin, turut hadir Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, serta Benyamin Mangkoedilaga.
Atas penghargaan tersebut, Hakim Harjono mengungkapkan sangat terkejut dengan penghargaan yang diberikan oleh almamaternya. Karena selama ini tidak ada hubungan apa pun yang menjurus untuk mendapatkan penghargaan tersebut dan sama sekali tidak pernah terpikirkan untuk itu.
"Saya sama sekali tidak mengetahui kalo selama ini saya ada yang mengamati, tapi entah siapa dan dimana," ungkap Hakim Harjono ketika ditemui Sindo kemarin.
Menurutnya, Hakim Harjono pun tidak mengetahui apa yang menjadi alasan detailnya atas pemberian penghargaan tersebut. Namun, pihak SMU Dedman School of Law menyatakan telah memilih Hakim Harjono dari 14 kandidat yang memenuhi syarat atau kualifikasi untuk mendapatkan The Distinguished GlobalAlumniAward.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya sendiri tidak mengetahui kualifikasi apa yang digunakan oleh Southern Methodist University Dedman School of Law sehingga saya terpilih," tuturnya.
Selain itu, Hakim Harjono mengatakan sebenarnya dengan adanya penghargaan ini merupakan hal yang baik dan bagus untuk mengukur sejauh mana pencapaian para alumninya di dunia global.
Dampak yang diberikan dari penghargaan ini bisa sekaligus memperkenalkan Universitas yang bersangkutan ke masyarakat luas. Dan Hakim Harjono pun mengakui kalau memang ada beberapa alumni yang menjadi orang-orang penting di negaranya seperti Menteri keamanan, lalu konselir di Thailand dan banyak lagi.
Coba kita bandingkan dengan di Indonesia, kebanyakan alumni universitas yang ada di Indonesia cuma bisa ngumpul-ngumpul terus udah tetapi tidak ada hasil apa-apa, tapi ini tiap tahun memilih alumni yang terbaik dan ini baik, lanjut Hakim Harjono.
Selain itu, Harjono juga mengungkapkan kalau mahasiswa yang berada di SMU Dedman School of Law sebagian besar adalah warga negara Thailand dan Arab. Sedangkan untuk Indonesia, Harjono tidak melihat adanya mahasiswa Indonesia yang belajar di sana.
"Saya pun tidak cukup tahu pasti mengapa ini terjadi, ada banyak faktor seperti biaya hidup yang mahal dan mgkin tidak adanya yang membiayai seperti beasiswa," tandas Harjono.
Dalam pernyataannya, SMU Dedman School of Law menyatakan Hakim Konstitusi Harjono memang pantas terpilih dikarenakan prestasinya yang luar biasa, sehingga bisa membawa pengaruh positif bagi almamaternya.
"Selama ini saya hanya melakukan tugas saya sewajarnya saja," ucap Hakim Harjono di Gedung Mahkamah Konstitusi kemarin.
Perwakilan dari Southern Methodist University Dedman School of Law John B.Attanasio mengatakan Harjono terpilih atas prestasinya dan kontribusinya untuk masyarakat selama menjadi hakim MK dan pencapaiannya di bidang hukum selama ini.
"Kita meminta masukan dari semua alumni dan menerima beberapa nama alumni. Selain Harjono, mantan Ketua MA, Bagir Manan pernah mendapat penghargaan ini. Semoga lebih banyak dari Indonesia yang bisa sekolah di sana dan mengukir prestasi," kata John B. Attanasio.
Sebelumnya, Hakim Harjono memang pernah menjalankan pendidikan di SMU Dedman School of Law pada tahun 1980-1981 dan berhasil meraih Master of Comparative Law.
Dalam acara pemberian penghargaan kemarin, turut hadir Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, serta Benyamin Mangkoedilaga.
Atas penghargaan tersebut, Hakim Harjono mengungkapkan sangat terkejut dengan penghargaan yang diberikan oleh almamaternya. Karena selama ini tidak ada hubungan apa pun yang menjurus untuk mendapatkan penghargaan tersebut dan sama sekali tidak pernah terpikirkan untuk itu.
"Saya sama sekali tidak mengetahui kalo selama ini saya ada yang mengamati, tapi entah siapa dan dimana," ungkap Hakim Harjono ketika ditemui Sindo kemarin.
Menurutnya, Hakim Harjono pun tidak mengetahui apa yang menjadi alasan detailnya atas pemberian penghargaan tersebut. Namun, pihak SMU Dedman School of Law menyatakan telah memilih Hakim Harjono dari 14 kandidat yang memenuhi syarat atau kualifikasi untuk mendapatkan The Distinguished GlobalAlumniAward.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya sendiri tidak mengetahui kualifikasi apa yang digunakan oleh Southern Methodist University Dedman School of Law sehingga saya terpilih," tuturnya.
Selain itu, Hakim Harjono mengatakan sebenarnya dengan adanya penghargaan ini merupakan hal yang baik dan bagus untuk mengukur sejauh mana pencapaian para alumninya di dunia global.
Dampak yang diberikan dari penghargaan ini bisa sekaligus memperkenalkan Universitas yang bersangkutan ke masyarakat luas. Dan Hakim Harjono pun mengakui kalau memang ada beberapa alumni yang menjadi orang-orang penting di negaranya seperti Menteri keamanan, lalu konselir di Thailand dan banyak lagi.
Coba kita bandingkan dengan di Indonesia, kebanyakan alumni universitas yang ada di Indonesia cuma bisa ngumpul-ngumpul terus udah tetapi tidak ada hasil apa-apa, tapi ini tiap tahun memilih alumni yang terbaik dan ini baik, lanjut Hakim Harjono.
Selain itu, Harjono juga mengungkapkan kalau mahasiswa yang berada di SMU Dedman School of Law sebagian besar adalah warga negara Thailand dan Arab. Sedangkan untuk Indonesia, Harjono tidak melihat adanya mahasiswa Indonesia yang belajar di sana.
"Saya pun tidak cukup tahu pasti mengapa ini terjadi, ada banyak faktor seperti biaya hidup yang mahal dan mgkin tidak adanya yang membiayai seperti beasiswa," tandas Harjono.
(lns)