Hartati merasa difitnah

Senin, 16 Juli 2012 - 13:44 WIB
Hartati merasa difitnah
Hartati merasa difitnah
A A A
Sindonews.com - Nama pengusaha wanita yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya terus disebut terlibat dalam kasus suap Hak Izin Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit, di Buol, Sulawesi Tengah.

Aliansi Kepedulian Rakyat untuk Bangsa (AKRAB) merupakan gabungan dari kader Partai Demokrat, merasa perlu mengklarifikasi isu itu dan menanggapi pernyataan-pernyataan yang justru dilontarkan oleh para elite internal partai melalui media massa.

Koordinator AKRAB Ruwandi dengan tegas menyatakan, Hartati tidak terlibat dalam kasus suap di Buol, Sulawesi Tengah yang disebut-sebut selama ini.

"Penyebutan nama Ibu Hartati Murdaya yang dikait-kaitkan dengan masalah suap di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah, hanya merupakan fitnah yang digembar-gemborkan di media massa. Beliau bukan seorang pembohong, beliau pasti tidak bersalah atas yang dituduhkan selama ini," tegas Ruwandi melalui rilis, Senin (16/7/2012).

Menurut Ruwandi, dengan menganut azas praduga tak bersalah seharusnya semua pihak bisa menempatkan Hartati Murdaya sesuai martabat, dan kehormatannya sebagai unsur pimpinan Partai Demokrat. Kehormatan para petinggi partai merupakan bagian tak terpisahkan dari martabat Partai Demokrat di mata rakyat.

Dari pandangan AKRAB, akhir-akhir ini Partai Demokrat memang sedang menghadapi masalah berat. Menjadi bulan-bulanan isu negatif di media massa setelah beberapa unsur pimpinan partai disebut-sebut terkait dengan masalah di KPK.

Analisa AKRAB, para pimpinan partai tersebut sengaja dijadikan sasaran dari upaya sistematis untuk mendelegitimasi kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan sekaligus merupakan upaya untuk mengkerdilkan Partai Demokrat menjelang Pemilu 2014 nanti.

"Karena itu, menghadapi kondisi tersebut seharusnya para kader Demokrat harus bersatu dan menghadapi dengan kompak. Bukannya malah mudah terpancing ke dalam nuansa konflik internal, saling menyalahkan, saling mencaci-maki, dan politik cuci-tangan untuk menyelamatkan diri," tukasnya.

Jika para elite partai sudah mempertontonkan nuansa konflik di hadapan publik, sebagai kader Demokrat Ruwandi merasa malu. Kondisi itu hanya akan menjadi bahan tertawaan di luar Partai Demokrat.

Yang disesalkan lagi, ada elite dari internal partai melalui media massa mendesak Hartati agar mundur dari Partai Demokrat. Padahal, dugaan Hartati dalam kasus itu belum jelas.

"Selain itu juga belum apa-apa sudah menyatakan kalau Demokrat tidak akan memberikan pembelaan hukum terhadap Hartati Murdaya yang sedang menjadi sasaran fitnah terkait masalah suap di Buol Sulawesi Tengah ini," ujarnya.
Menurutnya, komentar-komentar tersebut sangat picik dan berjiwa kerdil, serta menunjukkan tidak adanya rasa malu mengorbankan teman sendiri demi mencari muka di depan SBY.

Terlebih lagi komentar-komentar tersebut juga tidak pada tempatnya, karena Hartati Murdaya hanyalah seorang korban fitnah, dan belum tentu terlibat dalam kasus itu. Sikap picik dan berjiwa kerdil sebagian elite partai ini menimbulkan tanda tanya besar tentang etika berpolitik.

Bagaimanapun juga Hartati Murdaya adalah seorang kader yang sudah banyak berkorban untuk ikut mendirikan dan membesarkan Partai Demokrat.

Politik “habis manis sepah dibuang” adalah sikap politik yang tak punya hati nurani serta sikap politik yang tidak bertanggungjawab. Hal ini sekaligus juga menimbulkan pertanyaan, jika kadernya yang tak bersalah saja tidak bisa dibela, lalu bagaimana mungkin Partai Demokrat bisa membela kepentingan rakyat?

Ruwandi yakin, sikap kerdil dan jiwa picik elite-elite partai yang mudah terpancing isu dan lebih suka mempertontonkan nuansa konflik di depan publik lah yang berpotensi besar untuk menggerus kepercayaan rakyat terhadap Partai Demokrat juga menurunkan perolehan suara Demokrat pada Pilpres 2014, bukan fitnah kepada Hartati Murdaya.

"Karena itu kami berharap semuanya bisa terbuka," tukasnya.
(lns)
Berita Terkait
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, JPU Akan Analisis
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK dari Terdakwa RPTKA
Mantan Kepala BPN Riau...
Mantan Kepala BPN Riau Jadi Tersangka Suap Pengurusan HGU
Kades Dikeroyok Warga...
Kades Dikeroyok Warga Gara-gara Mengingkatkan Salat Ied di Rumah
Kasus Korupsi Bupati...
Kasus Korupsi Bupati Kuansing, KPK Periksa Kepala Kanwil BPN Riau
Komitmen Berantas Korupsi,...
Komitmen Berantas Korupsi, PTPN Respons Mantan Pejabat Jadi Tersangka KPK
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Aktor Star Trek Merasa...
Aktor Star Trek Merasa Ada di Pemakaman Saat di Luar Angkasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved