Di penjara, Bupati Buol dikunjungi istri
Senin, 16 Juli 2012 - 11:37 WIB
Di penjara, Bupati Buol dikunjungi istri
A
A
A
Sindonews.com - Tersangka kasus suap penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) lahan kelapa sawit dari PT Hardaya Inti Plantation, Bupati Buol Amran Batalipu, mendapatkan kunjungan istimewa. Amran dikunjungi sang istri, Luciana Baculu ke Rutan.
Luciana beserta keluarga tiba di kantor KPK sejak tadi pagi. Setelah mendaftar sebagai pembesuk, wanita yang datang dengan mengenakan busana muslim bermotif garis-garis dan berkerudung hitam itu, langsung memasuki ruang tatap muka bersama keluarga sekira pukul 10.15 WIB.
"Iya (mau membesuk Amran Batalipu)," ucap Luciana saat hendak membesuk di Rutan Salemba klas IA cabang KPK, Senin (16/7/2012).
Luciana mengaku, tak membawa apapun untuk sang suami. Yang jelas, dia dan keluarga hadir untuk membesuk Amran yang telah ditahan KPK sejak Jumat 6 Juli 2012 lalu. "Enggak bawa apa-apa, kebetulan ada jadwal besuk, jadi besuk bersama keluarga," katanya.
Saat disinggung soal kasus yang mendera suaminya, Luciana enggan berkomentar. Dia bersama keluarga langsung masuk ke dalam ruang asimilasi 'Hotel Prodeo' yang terletak di basement gedung KPK. "No comment dulu ya," tandasnya.
Sebelumnnya, Amran berhasil digelandang tim penyidik KPK dari Buol pada Jumat lalu. Dia digelandang setelah ditangkap subuh dinihari dan tiba di Gedung KPK dengan tangan terborgol pukul 20.49 WIB.
Amran memilih bungkam meski dicecar sejumlah pertanyaan awak media. Politikus Golkar ini pun memilih menundukan kepalannya untuk menghindari sorot kamera awak media.
Setelah menjalani pemeriksaan intensif, Amaran langsung dijebloskan ke Rutan KPK. Dia merupakan tahanan pertama yang mengenakan baju tahanan KPK saat hendak digelandang ke 'hotel prode' antikorupsi itu.
Saat hendak ditangkap Amran sempat melawan. Anak buahnya bahkan sempat mengancam dan menabrak mobil penyidik KPK. KPK sebelumnya telah menetapkan Amran sebagai tersangka.
Dia diduga menerima suap terkait penerbitan HGU lahan kelapa sawit dari PT Hardaya Inti Plantation, perusahaan milik anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hartati Murdaya Poo.
Luciana beserta keluarga tiba di kantor KPK sejak tadi pagi. Setelah mendaftar sebagai pembesuk, wanita yang datang dengan mengenakan busana muslim bermotif garis-garis dan berkerudung hitam itu, langsung memasuki ruang tatap muka bersama keluarga sekira pukul 10.15 WIB.
"Iya (mau membesuk Amran Batalipu)," ucap Luciana saat hendak membesuk di Rutan Salemba klas IA cabang KPK, Senin (16/7/2012).
Luciana mengaku, tak membawa apapun untuk sang suami. Yang jelas, dia dan keluarga hadir untuk membesuk Amran yang telah ditahan KPK sejak Jumat 6 Juli 2012 lalu. "Enggak bawa apa-apa, kebetulan ada jadwal besuk, jadi besuk bersama keluarga," katanya.
Saat disinggung soal kasus yang mendera suaminya, Luciana enggan berkomentar. Dia bersama keluarga langsung masuk ke dalam ruang asimilasi 'Hotel Prodeo' yang terletak di basement gedung KPK. "No comment dulu ya," tandasnya.
Sebelumnnya, Amran berhasil digelandang tim penyidik KPK dari Buol pada Jumat lalu. Dia digelandang setelah ditangkap subuh dinihari dan tiba di Gedung KPK dengan tangan terborgol pukul 20.49 WIB.
Amran memilih bungkam meski dicecar sejumlah pertanyaan awak media. Politikus Golkar ini pun memilih menundukan kepalannya untuk menghindari sorot kamera awak media.
Setelah menjalani pemeriksaan intensif, Amaran langsung dijebloskan ke Rutan KPK. Dia merupakan tahanan pertama yang mengenakan baju tahanan KPK saat hendak digelandang ke 'hotel prode' antikorupsi itu.
Saat hendak ditangkap Amran sempat melawan. Anak buahnya bahkan sempat mengancam dan menabrak mobil penyidik KPK. KPK sebelumnya telah menetapkan Amran sebagai tersangka.
Dia diduga menerima suap terkait penerbitan HGU lahan kelapa sawit dari PT Hardaya Inti Plantation, perusahaan milik anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hartati Murdaya Poo.
(san)