Peringkat 3 DKI, PKS optimis Pilpres
Jum'at, 13 Juli 2012 - 16:09 WIB
Peringkat 3 DKI, PKS optimis Pilpres
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini hanya berhasil masuk peringkat tiga dalam penghitungan cepat (quick count).
Peringat pertama ditempati oleh Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok), dan kedua oleh incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara).
Kendati begitu, Hidayat tetap optimis partainya bisa melenggang di Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014. Pengalaman putaran pertama Pilgub DKI menjadi bukti bergeraknya mesin partai dan solidnya kader di segala lapisan.
"Bagi PKS Pilres bukan sulit untuk kita ikuti, dengan track record yang terjadi pada Pilkada ini, terjadi konsolidasi di internal PKS yang luar biasa. PKS kali ini menghadirkan konsolidasi tingkat nasional, bahkan internasional," ujar Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Namun Hidayat mengingatkan, iklim politik yang terjadi di internal PKS saat ini harus tetap dijaga. Agar kekuatan yang ada dapat bergerak secara maksimal dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilpres.
"Itu (solid) akan menjadi modal yang besar bagi Pileg 2014. Kalau atmosfir konsolidasi yang solid hari ini bisa dijaga, maka 2014 PKS akan naik dengan signifikan," terangnya optimis.
Di sisi lain, PKS juga harus mempertimbangkan Undang-undang Pilres yang mencantumkan sarat minimal untuk mengusung Capres. Kalau memungkinkan, PKS tidak akan ragu untuk mengusung kader terbaiknya. Tapi belum bisa dipastikan koalisi atau maju sendiri.
Saat ditanya apakah dia masih berminat untuk diusung partai menjadi Capres setelah kalah dalam Pilgub DKI? Hidayat menjawab, "Jangan mendahului takdir," pungkasnya.
Peringat pertama ditempati oleh Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok), dan kedua oleh incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara).
Kendati begitu, Hidayat tetap optimis partainya bisa melenggang di Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014. Pengalaman putaran pertama Pilgub DKI menjadi bukti bergeraknya mesin partai dan solidnya kader di segala lapisan.
"Bagi PKS Pilres bukan sulit untuk kita ikuti, dengan track record yang terjadi pada Pilkada ini, terjadi konsolidasi di internal PKS yang luar biasa. PKS kali ini menghadirkan konsolidasi tingkat nasional, bahkan internasional," ujar Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Namun Hidayat mengingatkan, iklim politik yang terjadi di internal PKS saat ini harus tetap dijaga. Agar kekuatan yang ada dapat bergerak secara maksimal dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilpres.
"Itu (solid) akan menjadi modal yang besar bagi Pileg 2014. Kalau atmosfir konsolidasi yang solid hari ini bisa dijaga, maka 2014 PKS akan naik dengan signifikan," terangnya optimis.
Di sisi lain, PKS juga harus mempertimbangkan Undang-undang Pilres yang mencantumkan sarat minimal untuk mengusung Capres. Kalau memungkinkan, PKS tidak akan ragu untuk mengusung kader terbaiknya. Tapi belum bisa dipastikan koalisi atau maju sendiri.
Saat ditanya apakah dia masih berminat untuk diusung partai menjadi Capres setelah kalah dalam Pilgub DKI? Hidayat menjawab, "Jangan mendahului takdir," pungkasnya.
(san)