Rp50 ribu, Hari Suwandi bermimpi temui SBY

Senin, 09 Juli 2012 - 17:48 WIB
Rp50 ribu, Hari Suwandi...
Rp50 ribu, Hari Suwandi bermimpi temui SBY
A A A
Sindonews.com - Derita warga Porong Sidoarjo, Jawa Timur, belum juga usai. Setelah enam tahun menunggu datangnya keadilan, harapan hampa yang justru didapat. Banyak warga yang sudah putus asa. Namun tidak demikian dengan warga Desa Kedung Bendo Porong Hari Suwandi.

Baginya, keadilan warga Porong sangat penting untuk diperjuangkan. Bahkan jika perlu dibayar dengan nyawanya sendiri, dia rela memberikannya. Berbekal tekad itu, Hari membulatkan niatnya berjalan kaki dari kampung halamannya ke Jakarta. Selama 25 hari dia berjalan, akhirnya tiba juga di Jakarta.

Pengorbanan Hari tulus, tanpa sokongan dari pihak mana pun. Dengan bekal Rp50 ribu di tangan, Hari memutuskan berjuang sendirian, mengatasnamakan seluruh korban lumpur Lapindo Brantas. Niatnya datang ke jauh-jauh dengan berjalan kaki dari Jawa Timur ke Jakarta hanya satu. Bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hari melaksanakan niatnya pada 14 Juni 2012 dan tiba di Jakarta pada Minggu 8 Juli 2012. Dalam perjalanan itu, Hari ditemani kawannya Haryowiyono (42). Sementara Hari berjalan kaki, Haryo mengendarai sepeda motor untuk membawa perbekalan mereka sepanjang jalan. Sesekali bila lelah, keduanya mampir ke masjid yang ditemui di jalan untuk beristirahat.

"Saya ingin bertemu Presiden seperti anak menemui ayahnya. Seharusnya dia mau bertemu dengan saya. Seorang ayah harusnya menemui anaknya. Ini sudah enam tahun saya memperjuangkan hak-hak kami," ujar Hari saat ditemui di kantor Walhi, Jakarta Selatan (9/7/2012).

Sebagai seorang anak, Hari sangat menaruh harapan bisa bertemu dengan ayahnya. Dia ingin ribuan warga Porong yang menaruh harapan terhadapnya tidak kecewa, setelah dia kembali pulang karena kabar buruknya yang dibawanya kembali. "Jika Presiden tidak mau menemui saya, saya tetap akan bertahan di sana. Sampai beliau mau menemui saya," tegasnya.

Sebagai perusahaan besar yang membawa malapetaka, PT Lapindo Berantas sudah lepas tangan. Perjuangan Hari ke Jakarta saat ini, merupakan harapan terakhir warga Porong. Untuk itu, dia mengaku tidak akan kembali pulang sebelum perjuangan menuntut keadilan warga Porong itu berhasil.

"Berdasarkan PP Nomor 14/2007 PT Minarak Lapindo Jaya menyebutkan bertanggung jawab atas warga yang masuk dalam daerah terdampak. Tapi kemudian mereka mengeluarkan surat lagi bahwa mereka tidak mampu membayar ganti rugi. Situasi ini tentunya membuat kami semakin terpuruk. Saya ingin Presiden tahu kegelisahan kami," terangnya.

Selama perjalanan, mereka mendapat dukungan dari sejumlah kelompok masyarakat di setiap kota yang mereka lewati. Kebanyakan dukungan berasal dari ormas-ormas Islam yang bersimpati dengan perjuangan Hari. Sebagai bukti dukungan, Hari membawa bendera ormas-ormas tersebut hingga ke Jakarta.

"Saya ngumpulin duit dengan menjual kaset dokumenter sejak lumpur Lapindo muncul. Banyak yang mau membeli karena mereka ingin membantu saya," terangnya.

Hari mengaku senang, dalam perjalanannya banyak orang yang membeli kaset tersebut. Dia mengaku berhasil menjual 15 kaset dengan keuntungan Rp750 ribu. Namun keberuntungan itu tak berlangsung lama.

Ketika mereka lelap tertidur dalam sebuah masjid di wilayah Tuban, uang itu raib digondol maling. Hari mengaku ingin marah, karena jerih payahnya hilang begitu saja. Namun dia tak bisa berbuat banyak kecuali berpasrah. Untungnya banyak yang memberikan bantuan dan dukungan selama perjalanan menuju Jakarta.

"Saya datang ini kan bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk warga desa saya yang mengharapkan keadilan. Usaha yang kami rintis hancur karena lumpur Lapindo, kami harus memperjuangkan nasib kami," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
(san)
Berita Terkait
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo Gemparkan Warga Demak
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
15 Tahun Lumpur Lapindo,...
15 Tahun Lumpur Lapindo, 234 Berkas Ganti Rugi Senilai Rp100 Miliar Tak Kunjung Tuntas
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo di Perbatasan NTT-Timor Leste Viral di Medsos, Warga Panik
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved