Hibah pesawat Australia wajib ditolak
Minggu, 08 Juli 2012 - 18:05 WIB
Hibah pesawat Australia wajib ditolak
A
A
A
Sindonews.com - Hibah pesawat Hercules C-130 dari Pemerintah Australia terhadap Pemerintah Indonesia menuai kritikan dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra).
Menurut Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi, bantuan dari Australia itu menyalahi prinsip modernisasi yang selama ini didengungkan pemerintah.
"Kenapa kita melakukan modernisasi pertahanan? Kita kan melakukan itu supaya peralatan TNI itu baru, dan bisa dipakainya lama. Tapi kalau hibah, dengan peralatan lama itu berarti dia menyalahi prinsip," ujar Uchok di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2012).
Sebaiknya, lanjut Uchok, pemerintah membeli pesawat yang baru. Karena kelayakan pesawat menyangkut keselamatan TNI. Apalagi, pemerintah masih harus menganggarkan dana untuk peremajaan pesawat hibah itu.
"Meskipun pesawat itu hibah, pasti masih ada yang harus dibeli untuk memondernisasi lagi. Jadi menurut pendapat saya, hibah itu enggak usah saja. Ditolak saja hibah itu," tegasnya.
Menurutnya, pemerintah masih mengeluarkan anggaran senilai USD60 juta untuk memperbaiki pesawat itu.
Menurut Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi, bantuan dari Australia itu menyalahi prinsip modernisasi yang selama ini didengungkan pemerintah.
"Kenapa kita melakukan modernisasi pertahanan? Kita kan melakukan itu supaya peralatan TNI itu baru, dan bisa dipakainya lama. Tapi kalau hibah, dengan peralatan lama itu berarti dia menyalahi prinsip," ujar Uchok di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2012).
Sebaiknya, lanjut Uchok, pemerintah membeli pesawat yang baru. Karena kelayakan pesawat menyangkut keselamatan TNI. Apalagi, pemerintah masih harus menganggarkan dana untuk peremajaan pesawat hibah itu.
"Meskipun pesawat itu hibah, pasti masih ada yang harus dibeli untuk memondernisasi lagi. Jadi menurut pendapat saya, hibah itu enggak usah saja. Ditolak saja hibah itu," tegasnya.
Menurutnya, pemerintah masih mengeluarkan anggaran senilai USD60 juta untuk memperbaiki pesawat itu.
(lns)