Duet Prabowo-JK siap ramaikan Pilpres 2014

Jum'at, 06 Juli 2012 - 08:40 WIB
Duet Prabowo-JK siap...
Duet Prabowo-JK siap ramaikan Pilpres 2014
A A A
Sindonews.com - Partai Gerindra tengah berencana memasang Prabowo Subianto-Jusuf Kalla (JK) sebagai capres-cawapres 2014. Pasangan ini diyakini memiliki daya elektabilitas terkuat jika ditawarkan kepada masyarakat.

"Kalau bicara tokoh yang punya elektabilitas kuat saat ini, ya Pak Prabowo dan Pak JK adalah yang paling pas. Lihat saja hasil-hasil survei. Nama Pak Prabowo dan JK selalu masuk jajaran atas," ungkap anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Martin Hutabarat di Jakarta kemarin.

Martin menjelaskan, sosok Prabowo dan JK memiliki kualifikasi yang saling melengkapi. Kombinasi dua tokoh ini, sudah barang tentu akan bisamemberijawabanterhadap masalah-masalah bangsa yang berkecamuk dan belum terselesakan.

"Prabowo-JK ini sangat klop jika diusung 2014. Soal kapasitas, pengalaman, dan ketokohan tidak perlu diragukan. Kemudian kedua tokoh ini juga mewakili unsur Jawa dan luar Jawa maupun militer dan sipil. Saya kirabelum ada kombinasi tokoh yang pas seperti ini di 2014," terangnya.

Hingga saat ini, Partai Gerindra merupakan salah satu partai yang sudah mendeklarasikan capres untuk diusung di 2014. Partai lain yang sudah deklarasi adalah Golkar dengan menetapkan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai capres 2014. Adapun PAN rencananya akan mendeklarasikan Hatta Rajasa sebagai capres pada akhir 2012 mendatang.

Dengan demikian, Golkar dan Gerindra saat ini tengah mencari figur kandidat cawapres untuk mendampingi kandidat capres yang sudah ditetapkan.

Sementara itu, kader senior Partai Golkar yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pembahasan masalah capres cawapres sebenarnya masih terlalu dini mengingat pilpres baru digelar tahun 2014 alias dua tahun lagi.

"Ini ibaratnya subuh saja belum, kok bicara pasangan capres-cawapres. Memang tidak ada yang salah jika deklarasi capres lebih dini, tapi kan subuh belum. Soal pilihan kan yang menentukan rakyat langsung," ungkapnya.

Sultan sendiri mengakui bahwa banyak suara yang menyebutnya sebagai kandidat cawapres mendampingi Aburizal Bakrie.Namun dia menegaskan bahwa posisinya saat ini sama sekali tidak untuk mengatakan bersedia atau tidak bersedia.

Hanya saja, sebagai kader Partai Golkar, sudah barang tentu harus taat pada aturan dan perintah partai. "Komunikasi saya dengan Pak Aburizal baik, dengan pengurus yang lain juga baik. Semua baik-baik kok. Tapi pembicaraan soal capres cawapres memang belum ada. Ini belum subuh kok," tegasnya.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Katholik Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf menilai keinginan Partai Gerindra menggandeng JK sebagai pasangan capres Partai Gerindra Prabowo Subianto sulit terealisasi. Sebab, kedua figur tersebut memiliki nilai ketokohan yang kuat.

"Tidak mudah untuk keduanya disatukan dan apabila disatukan belum tentu kompak," ujarnya saat dihubungi di Jakarta kemarin.

Menurutnya, berdasarkan hasil-hasil survei belakangan ini, kedua figure tersebut menempati urutas teratas dan populer di masyarakat. Namun dari sifat kepemimpinan, Prabowo sama dengan SBY, kuat dalam kepemimpinan dan lebih mendominasi.

Seharusnya figur seperti Prabowo disandingan dengan tokoh-tokoh yang mampu mengimbangi kedominan kepemimpinan Prabowo yang berasal dari nonparpol. "Belum cocok pasangan ini, perlu diuji kembali. Tipe Boediono, Mahfud MD dinilai paling cocok dampingi Prabowo," katanya.

Dia mengungkapkan, Prabowo sendiri juga terkendala dari elektabilitas dirinya melebihi partainya. Partai Gerindra diprediksi sulit untuk tetap berada di parlemen dengan parliamentary threshold (PT) 3,5% walaupun saat ini berdasarkan survei suara Gerindra 7,8%.

"Namun bila Prabowo bekerja keras menggerakan mesin partai, PT 3,5% akan terlampaui dan melebihi hasil survei 7,8%," ungkapnya.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved