Ruhut minta KPK profesional tangani kasus Hambalang
Kamis, 05 Juli 2012 - 17:10 WIB
Ruhut minta KPK profesional tangani kasus Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta profesional dan independen dalam mengusut kasus dugaan korupsi proyek Hambalang menyeret nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Ketua Kominfo DPP PD Ruhut Sitompul meminta KPK bisa menunjukkan sikap profesionalisme seperti diinginkan banyak pihak. "Saya mohon KPK yang sangat dicintai rakyat silakan tunjukkan profesionalisme," ujar Ruhut di DPR, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Ruhut menjamin Partai Demokrat tidak akan melindungi kader yang terlibat kasus korupsi. "Kami tidak akan melindungi kader kami yang bermasalah hukum," ujarnya.
Pengagum sekaligus loyalis SBY ini mengaku pesimis jika citra Demokrat bisa pulih tanpa peran Ketua Dewan Pmebina Partai Demokrat tak lain SBY. Ruhut meminta kepada seluruh kader tetap menjalankan fatsun politik yang dianjurkan oleh SBY, yakni politik bersih, cerdas dan santun.
Ruhut mengaku pada akan komitmen pada pendiriannya meminta agar Anas Urbaningrum mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat.
"Sudah dua kali diperiksa, dia belum mundur juga. Karena itu kuminta legowo mundur sementara. Ini sanksi sosial, sanksi sosial itu dibawa mati loh
Anas salah atau dia benar. Karena apapun sanksi sosial sudah sangat menurunkan citra PD," pungkasnya.(lin)
Ketua Kominfo DPP PD Ruhut Sitompul meminta KPK bisa menunjukkan sikap profesionalisme seperti diinginkan banyak pihak. "Saya mohon KPK yang sangat dicintai rakyat silakan tunjukkan profesionalisme," ujar Ruhut di DPR, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Ruhut menjamin Partai Demokrat tidak akan melindungi kader yang terlibat kasus korupsi. "Kami tidak akan melindungi kader kami yang bermasalah hukum," ujarnya.
Pengagum sekaligus loyalis SBY ini mengaku pesimis jika citra Demokrat bisa pulih tanpa peran Ketua Dewan Pmebina Partai Demokrat tak lain SBY. Ruhut meminta kepada seluruh kader tetap menjalankan fatsun politik yang dianjurkan oleh SBY, yakni politik bersih, cerdas dan santun.
Ruhut mengaku pada akan komitmen pada pendiriannya meminta agar Anas Urbaningrum mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat.
"Sudah dua kali diperiksa, dia belum mundur juga. Karena itu kuminta legowo mundur sementara. Ini sanksi sosial, sanksi sosial itu dibawa mati loh
Anas salah atau dia benar. Karena apapun sanksi sosial sudah sangat menurunkan citra PD," pungkasnya.(lin)
(lns)