Puan berpotensi jadi Capres PDIP

Kamis, 05 Juli 2012 - 08:43 WIB
Puan berpotensi jadi...
Puan berpotensi jadi Capres PDIP
A A A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dipandang merupakan kandidat kuat bakal calon presiden (capres) dari parpol berlambang banteng itu.

Menurut pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, secara formal dan kelembagaan, PDIP memang belum menentukan capres yang akan diusung. Namun sinyal dan kecenderungan belakangan ini menunjukkan Puan Maharani akan mengambil estafet kepemimpinan PDIP dari ibunya, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurut dia, berbagai acara partai yang melibatkan secara langsung Puan merupakan salah satu buktinya. "Di beberapa daerah Puan hadir, baik sendiri maupun ditemani Megawati," ujar Siti di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, beberapa aktivitas Puan tersebut dapat dimaknai sebagai test case apakah kemunculannya berpengaruh terhadap pencalonannya di 2014. "Strategi tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana animo masyarakat terhadap sosok Puan," pungkasnya.

Faktor Puan, lanjut dia, juga tampak dari sikap Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas yang terus mengampanyekan regenerasi kepemimpinan nasional.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf memandang, tak ada pilihan lain bagi PDIP, yakni tetap mengusung Mega sebagai capres bila ingin memimpin koalisi pemerintahan. Jalan lainnya adalah berkoalisi jika mengikuti arah regenerasi kepemimpinan nasional.

Risikonya, PDIP tidak akan memimpin koalisi pendukung pemerintah karena capresnya adalah tokoh dari parpol lain. Asep menilai, PDIP bisa saja berkoalisi dengan parpolparpol menengah seperti PPP, PKB, Hanura, dan Gerindra. Menurut dia, terbuka peluang PDIP akan mengusung Prabowo Subianto dan berkoalisi dengan Gerindra.

Pengamat politik Lingkar Madani Untuk Indonesia (LiMa) Ray Rangkuti mengatakan, Megawati perlu secepatnya memberikan sinyal jelas mengenai arah pencapresan PDIP. Bila terus ditunda-tunda, hal ini akan menimbulkan kemunduran spirit politik bagi partai.

"Bukan saja PDIP akan terlambat memastikan siapa yang akan dicapreskan, tetapi juga terlambat dalam hal konsolidasi parpol," ungkap Ray.

Diamengakui, di PDIP, faktor Megawati masih dominan dibandingkan faktor tokoh lainnya dalam hal pencapresan. "Apakah beliau (Megawati) akan tetap berkenan jadi capres PDIP 2014 atau sebaliknya, mundur untuk memberi kesempatan bagi anak-anak muda? Itu permasalahannya. Untuk jangka panjang, situasi ini justru buruk bagi PDIP," kata Ray.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved