Peluang Ical jadi Presiden kecil

Rabu, 04 Juli 2012 - 10:24 WIB
Peluang Ical jadi Presiden...
Peluang Ical jadi Presiden kecil
A A A
Sindonews.com - Peluang Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) untuk menjadi presiden dinilai sangat kecil. Menurut sejumlah pengamat politik, Ical seharusnya belajar dari pengalaman Wiranto dan Jusuf Kalla saat menjadi capres Partai Golkar pada Pilpres 2004 dan 2009.

Pengamat politik dari Charta Politika Karel Harto Susetyo menjelaskan,selama ini sudah terbukti bahwa mesin politik Golkar lebih efektif manakala menghadapi pemilu legislatif.

"Saat pilpres, kinerja mesinnya menurun. Apalagi secara personal, banyak kalangan yang menilai figur Ical memiliki beberapa cacat politik," terang Karel di Jakarta kemarin.

Dengan sikap seperti itu, kata Karel, secara tidak sadar Ical sebenarnya juga sedang mendorong Golkar menuju kekalahan di Pemilu 2014.

Hal senada dikatakan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Syaiful Umam.Dia menilai Ical tidak memiliki daya jual yang tinggi di masyarakat. "Dia banyak dikaitkan dengan kasus-kasus besar yang membuat citranya tidak baik seperti Lapindo, pajak," ujar Umam.

Sementara itu,Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan bahwa hingga kini dirinya belum mengambil keputusan atas tawaran yang datang untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres), termasuk menjadi pendamping Ical.

"Sekali lagi saya tegaskan, saya ini tidak ada potongan dan jahitan sebagai capres atau cawapres. Saya akan konsisten dengan tugas saya di MK dan baru akan putuskan semua di tahun 2013," tegas Mahfud dalam acara ramah-tamah dengan warga negara Indonesia (WNI) yang digelar KBRI Aljir di Aljazair kemarin.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengapresiasi niat Ical yang mengaku tertarik meminang sekjennya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menjadi cawapres. "Tapi kalau serius ya tidak dibicarakan di koran. Ibaratnya lamaran kan datang ke rumah," ujar Anas.

Ical sendiri mengaku belum memutuskan cawapres bagi dirinya. Meski begitu, dia mengakui bahwa nama Mahfud MD dan Ibas masuk dalam bursa cawapres Golkar.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved