KPK periksa Ketua Fraksi Partai Golkar

Sabtu, 30 Juni 2012 - 09:37 WIB
KPK periksa Ketua Fraksi...
KPK periksa Ketua Fraksi Partai Golkar
A A A
Sindonews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto sebagai saksi dalam kasus suap pembahasan revisi Perda No 6 Tahun 2010 tentang pembangunan lapangan tembak Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan pemeriksaan terhadap Setya Novanto bagian dari pengembangan penyidikan kasus suap pembangunan lapangan tembak PON Riau. “Yang bersangkutan kita mintai keterangan sebagai saksi untuk kasus suap PON Riau kepada tersangka yang sudah kita tetapkan sebelumnya,” kata Priharsa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 2012.

Priharsa menambahkan, dalam pemeriksaan kemarin, Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Lukman Abbas. Saat disinggung mengenai keterlibatan politikus senior Golkar tersebut, dia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Selain pemeriksaan terhadap Setya Novanto, KPK juga memeriksa politikus Partai Golkar lainnya, yakni Kahar Muzakir yang juga menjadi anggota Komisi X DPR.

Setya Novanto mengatakan pemanggilannya oleh KPK karena penyidik ingin mengklarifikasi ada tidaknya keterkaitan dirinya dengan PON Riau. “Hanya seputar klarifikasi. Masalahnya, terkait suap yang ada di Riau itu saja masalahnya. Sudah saya tegaskan bahwa saya sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah yang berkaitan dengan PON,” kata Setya di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat 29 Juni 2012.

Dia menilai tuduhan rekaman yang dimiliki penyidik yang menyebut-nyebut namanya dan pernah berkomunikasi dengan satu atau beberapa tersangka tidak benar adanya. Apalagi berkomunikasi secara langsung dengan mantan Kadispora Riau Lukman Abbas. “Tidak pernah. Saya tidak pernah berhubungan dengan mereka-mereka. Saya percayakan semua kepada penyidik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan penyelenggaraan Rapimnas III bertujuan memastikan hanya ada satu skenario politik untuk memenangi pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2014.

“Dengan rapimnas ini, kami pastikan hanya ada satu skenario politik untuk pemenangan pemilu legislatif dan pilpres (Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI),” katanya.

Menurut Aburizal kegagalan memenangi tiga kali pilpres antara lain karena penetapan capres setelah pemilu legislatif. (lil)
(hyk)
Berita Terkait
Dugaan Korupsi SPPD...
Dugaan Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau Naik Penyidikan setelah Eks Pj Walkot Pekanbaru Diperiksa
Rugikan Negara Rp1,1...
Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Pejabat Bank BUMD Riau Ditahan
Kalahkan Kepulauan Riau,...
Kalahkan Kepulauan Riau, Papua Tembus Semifinal Futsal PON XX Papua
Geledah Kantor Gubernur...
Geledah Kantor Gubernur Riau, KPK Sita Dokumen Anggaran Pemprov
KPK Tahan Ajudan Gubernur...
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid usai Diperiksa sebagai Tersangka
Lahan 1.206 Meter dan...
Lahan 1.206 Meter dan 11 Homestay di Harau Disita Terkait Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved