Menkopolhukam: Tangkap pengeroyok Irwandi

Selasa, 26 Juni 2012 - 10:19 WIB
Menkopolhukam: Tangkap...
Menkopolhukam: Tangkap pengeroyok Irwandi
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto memerintahkan Kapolri, dan Kapolda Aceh segera menangkap pelaku pemukulan terhadap mantan Gubernur Nanggroe Aceh Darusallam (NAD) Aceh Irwandi Yusuf.

"Saya memerintahkan Kapolri agar Kapolda segera mencari dan menemukan pelaku pemukulan terhadap mantan Gubernur Aceh Irwandi, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Joko melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Dia mengungkapkan, jika tidak segera diusut, dirinya khawatir akan merusak demokrasi yang telah terbangun di Aceh. "Tindakan-tindakan kekerasan seperti itu bukan cara yang baik dalam demokrasi yang justru selalu harus dikembangkan di Aceh," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Irwandi Yusuf dikeroyok tujuh pria tidak dikenal. Irwandi dikeroyok seusai menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017. Pengeroyokan terjadi ketika Irwandi meninggalkan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh.

Menurut saksi mata, pemukulan terjadi di luar pelataran gedung saat mantan wakil juru bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini hendak masuk ke mobilnya. "Saat sedang melintasi barisan pengamanan dari Satgas PA yang berbaju merah, Bapak (Irwandi) memang sudah dimaki-maki, namun dia diam saja," beber seorang saksi mata yang juga merupakan polisi yang mengawal Irwandi, Senin 25 Juni 2012.

Empat pengawal Irwandi juga tidak melakukan perlawanan. "Mereka ramai sekali, bahkan ada (petugas) Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) yang melihat, juga diam saja," lanjutnya.

Akibat pemukulan itu, bagian belakang kepala Irwandi bengkak di tiga titik dan tulang pipi bagian kanan mengalami memar. Dia sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Saat ditemui wartawan di ruang penanganan trauma rumah sakit tersebut, Irwandi mengaku mengenal pelaku. Menurut dia, seorang di antara pelaku turut memprovokasi dan seorang lainnya pernah membakar rumahnya di Maheng, Aceh Besar. "Saat awal-awal pelaksanaan pilkada dia membakar rumah saya, sudah saya tangkap dan saya maafkan," katanya.

Gubernur Aceh periode 2006-2012 yang diusung Partai Aceh (PA) waktu itu berharap polisi segera melakukan penyelidikan meski dia tidak melaporkan kasus ini. Hingga kini para pelaku belum tertangkap. (lil)
(hyk)
Berita Terkait
JK Ungkap Penyebab Konflik...
JK Ungkap Penyebab Konflik Aceh: Ketidakadilan Ekonomi
Gegana Evakuasi Bom...
Gegana Evakuasi Bom Sisa Konflik di Aceh
Puskod FH dan IKA UKI...
Puskod FH dan IKA UKI Luncurkan Buku Tentang Resolusi Konflik Aceh
Sampaikan Aspirasi,...
Sampaikan Aspirasi, Pekerja PTPN IV di Cot Girek Datangi Kantor Bupati Aceh Utara
Detasemen Gegana Sat...
Detasemen Gegana Sat Brimob Evakuasi Bom Rakitan Peninggalan Konflik di Aceh
Memalukan! Bupati Ini...
Memalukan! Bupati Ini Blokade Akses Jalan ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Hongaria Menolak Tangkap...
Hongaria Menolak Tangkap Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved