Masuk politik, Hary Tanoesoedibjo tidak mengamankan bisnisnya

Sabtu, 23 Juni 2012 - 12:09 WIB
Masuk politik, Hary...
Masuk politik, Hary Tanoesoedibjo tidak mengamankan bisnisnya
A A A
Sindonews.com - Bergabungnya Chief Executive Officer (CEO) MNC Group Hary Tanoesoedibjo dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bukan bertujuan untuk mengamankan sejumlah bisnis yang dijalaninya saat ini.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Ahmad Rofiq dalam diskusi 'Polemik' Sindo Radio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2012). Menurutnya, Hary Tanoesoedibjo menginginkan adanya perubahan bangsa menuju ke arah yang lebih baik.

"Dua tokoh (Hary Tanoesoedibjo dan Surya Paloh) mempunyai keresahan yang sama, bahwa bangsa ini harus berubah. Tidak semua saudagar yang membantu mempunyai motif politik. Mereka juga tidak memiliki niat untuk memperkaya diri," katanya.

Kehadiran beberapa pengusaha dalam Partai Nasdem menurutnya, sama sekali bukan untuk kepentingan memperkaya diri sendiri. "Kalau ingin kaya, mereka sih sudah cukup kaya," ungkapnya.

Sekedar diketahui, bergabungnya Hary Tanoesoedibjo dengan Partai Nasdem pertama kali disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem Rio Capella. Menurutnya, ada kesamaan pandangan antara Hary dengan Partai nasdem dalam memandang persoalan bangsa. (lil)

()
Berita Terkini
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved