Polisi: Belum ada bukti OPM di balik penembakan
Selasa, 12 Juni 2012 - 13:25 WIB
Polisi: Belum ada bukti OPM di balik penembakan
A
A
A
Sindonews.com - Mabes Polri belum bisa menemukan bukti keterlibatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan sejumlah aksi penembakan yang terjadi di Papua. Karena hingga saat ini Polri belum mampu menagkap pelakunya.
"Hingga saat ini, kami belum menemukan kaitan berbagai peristiwa penembakan dengan OPM. Polisi hingga saat ini menganggap para pelaku penembakan merupakan pelaku kriminal, dan baru bisa diketahui motifnya setelah pelakunya ditangkap," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/6/2012).
Dia menyebutkan, dua petinggi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang ditangkap beberapa waktu lalu dijerat dengan kasus perusakan Lapas Abepura, Papua akhir 2010 lalu. Sementara untuk kaitan dengan tindakan penembakan terhadap warga negara asing dan juga warga pendatang, Boy mengaku belum mengetahui hal tersebut.
"Mereka pelaku kriminal, kita baru bisa tahu motifnya setelah dia ditangkap. Tapi kalau menduga itu boleh, bisa saja mereka itu kelompok yang ingin mengganggu ketentraman masyarakat Papua," ujarnya.
Menurutnya, sejumlah kasus penembakan yang sudah memakan banyak korban di Papua itu berdiri sendiri. "Belum bisa dikaitkan, harus menunggu tertangkap tersangkanya. Kalau kita ingin mengaitkan nanti (kalau sudah tertangkap)," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfud Shidiq menyebut, aksi kekerasan bersenjata di Papua dilakukan jaringan kelompok sipil bersenjata. Tujuannya, menciptakan keresahan dan ketakutan masyarakat terkait momen peringatan ulang tahun OPM, dan rencana kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Juli 2012 mendatang. (lil)
"Hingga saat ini, kami belum menemukan kaitan berbagai peristiwa penembakan dengan OPM. Polisi hingga saat ini menganggap para pelaku penembakan merupakan pelaku kriminal, dan baru bisa diketahui motifnya setelah pelakunya ditangkap," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/6/2012).
Dia menyebutkan, dua petinggi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang ditangkap beberapa waktu lalu dijerat dengan kasus perusakan Lapas Abepura, Papua akhir 2010 lalu. Sementara untuk kaitan dengan tindakan penembakan terhadap warga negara asing dan juga warga pendatang, Boy mengaku belum mengetahui hal tersebut.
"Mereka pelaku kriminal, kita baru bisa tahu motifnya setelah dia ditangkap. Tapi kalau menduga itu boleh, bisa saja mereka itu kelompok yang ingin mengganggu ketentraman masyarakat Papua," ujarnya.
Menurutnya, sejumlah kasus penembakan yang sudah memakan banyak korban di Papua itu berdiri sendiri. "Belum bisa dikaitkan, harus menunggu tertangkap tersangkanya. Kalau kita ingin mengaitkan nanti (kalau sudah tertangkap)," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfud Shidiq menyebut, aksi kekerasan bersenjata di Papua dilakukan jaringan kelompok sipil bersenjata. Tujuannya, menciptakan keresahan dan ketakutan masyarakat terkait momen peringatan ulang tahun OPM, dan rencana kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Juli 2012 mendatang. (lil)
()