Aksi teror Papua cari perhatian internasional
Senin, 11 Juni 2012 - 19:19 WIB
Aksi teror Papua cari perhatian internasional
A
A
A
Sindonews.com - Aksi teror terjadi di Papua berulang-ulang diyakini untuk menarik perhatian internasional. Kekerasan yang muncul menelan korban jiwa semakin menarik perhatian publik terutama pihak asing.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menduga aksi itu dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam rangka menarik perhatian dunia.
"Memang BIN punya indikasi yang kuat kelompok bersenjata itu sekarang merapat ke kota untuk bersatu melakukan teror kepada masyarakat untuk mendapatkan perhatian dari dunia internasional," tukas Marciano yakin usai raker dengan Komisi I di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2012).
Menurutnya, pelaku teror berharap mendapat perhatian dari para jurnalis asing sehingga situasi Papua santer diberitakan.
"Kalau anda perhatikan dalam beberapa hari ini, hampir setiap hari ada korban dan korban itu ada orang sipilnya, TNI-nya, ada polisi-nya," ucapnya.
Kelompok bersenjata itu OPM yang bersinergi dengan kelompok-kelompok perjuangan yang ada di kota.
"Banyak orang kota yang inginkan merdeka. Banyak, ada beberapa orang yang ingin merdeka dan selalu mempublikasikan dirinya dan selalu muncul dalam beberapa event keinginan mereka untuk merdeka," ujarnya menduga.
Selain itu, dalam rapat Komisi I yang berlangsung tertutup sudah dibahas mengenai kondisi terahir di tanah Papua. "Dalam rapat itu dibahas pertama rencana kerja Badan Intelijen Negara, kemudian perkembangan situasi Papua," tukasnya.(lin)
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menduga aksi itu dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam rangka menarik perhatian dunia.
"Memang BIN punya indikasi yang kuat kelompok bersenjata itu sekarang merapat ke kota untuk bersatu melakukan teror kepada masyarakat untuk mendapatkan perhatian dari dunia internasional," tukas Marciano yakin usai raker dengan Komisi I di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2012).
Menurutnya, pelaku teror berharap mendapat perhatian dari para jurnalis asing sehingga situasi Papua santer diberitakan.
"Kalau anda perhatikan dalam beberapa hari ini, hampir setiap hari ada korban dan korban itu ada orang sipilnya, TNI-nya, ada polisi-nya," ucapnya.
Kelompok bersenjata itu OPM yang bersinergi dengan kelompok-kelompok perjuangan yang ada di kota.
"Banyak orang kota yang inginkan merdeka. Banyak, ada beberapa orang yang ingin merdeka dan selalu mempublikasikan dirinya dan selalu muncul dalam beberapa event keinginan mereka untuk merdeka," ujarnya menduga.
Selain itu, dalam rapat Komisi I yang berlangsung tertutup sudah dibahas mengenai kondisi terahir di tanah Papua. "Dalam rapat itu dibahas pertama rencana kerja Badan Intelijen Negara, kemudian perkembangan situasi Papua," tukasnya.(lin)
()