JK masih berpeluang jadi capres
Selasa, 08 Mei 2012 - 21:44 WIB
JK masih berpeluang jadi capres
A
A
A
Sindonews.com - Jusuf Kalla (JK) disebut-sebut masih berpeluang menjadi Calon Presiden (Capres) dari Partai Golkar.
Ketua dewan pertimbangan Golkar Akbar Tandjung menyatakan mantan wakil presiden Jusuf Kalla masih berpeluang menjadi capres dari Golkar dengan catatan sistemnya terbuka.
"Ya, memang pak JK tokoh Golkar, Ya kita lihat, kalau memang sistemnya terbuka seperti yang kami usulkan maka pak JK berpeluang, berpeluang besar," tutur Akbar di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (8/5/2012)
Akbar menekankan partainya menginginkan dalam menetapkan capres selalu mengedepan miknisme keterbukaan.
"Kita bicara sistem, kami membangun sistem demokrasi, keterbukaan, akuntabilitas dan adanya satu pola rekrutmen yang melibatkan staek holder, mekanisme bottom up, itu pandangan kami," paparnya.
Atas dasar itulah, Akbar ingin mendengarkan secara langsung sikap DPP pada rapat konsultasi dan kordinasi DPP dan dewan pertimbangan malam ini.
"Makanya kami akan dengar pandangan DPP terhadap apa yang kami usulkan," tukasnya.(azh)
Ketua dewan pertimbangan Golkar Akbar Tandjung menyatakan mantan wakil presiden Jusuf Kalla masih berpeluang menjadi capres dari Golkar dengan catatan sistemnya terbuka.
"Ya, memang pak JK tokoh Golkar, Ya kita lihat, kalau memang sistemnya terbuka seperti yang kami usulkan maka pak JK berpeluang, berpeluang besar," tutur Akbar di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (8/5/2012)
Akbar menekankan partainya menginginkan dalam menetapkan capres selalu mengedepan miknisme keterbukaan.
"Kita bicara sistem, kami membangun sistem demokrasi, keterbukaan, akuntabilitas dan adanya satu pola rekrutmen yang melibatkan staek holder, mekanisme bottom up, itu pandangan kami," paparnya.
Atas dasar itulah, Akbar ingin mendengarkan secara langsung sikap DPP pada rapat konsultasi dan kordinasi DPP dan dewan pertimbangan malam ini.
"Makanya kami akan dengar pandangan DPP terhadap apa yang kami usulkan," tukasnya.(azh)
()