Golkar tak mau ulang kegagalan Pemilu 2009
Kamis, 19 April 2012 - 18:29 WIB
Golkar tak mau ulang kegagalan Pemilu 2009
A
A
A
Sindonews.com - Setelah orde baru (orba), Partai Golkar tak pernah lagi menang dalam Pemilihan Umum (pemilu) Presiden. Oleh karenanya, Pilpres 2014, partai berlambang pohon beringin ini menargetkan menang.
Sekjen Golkar Nurul Arifin mengatakan, Golkar tak mau mengulangi kegagalan Pemilu 2009. Sejak orba lengser kadernya tak pernah menjadi pemimpin negara ini.
"Setelah orba Golkar menang tapi tidak pernah menjabat sebagai kepala negara. Ini dilema bagi Golkar, tapi jangan sampai terjadi lagi," tuturnya kepada wartawan saat berada di Mampang Jakarta Kamis (19/4/2012).
Sekarang ini, Golkar sedang bekerja keras untuk meninkatkan basis dukungan terhadap Golkar dan meningkatkan populeritas tokoh Golkar yang akan diusung ke Pilpres 2004 nanti. "Sekarang kami sedang berupaya meningkatkan elektabilitas partai," ujar mantan bintang film era 80an ini.
Menurut anggota Komisi II DPR RI ini, jika Aburizal Bakrie (Ical) yang sempat akan dicapreskan Golkar kurang popularitas, maka pihaknya akan menyerahkan secara penuh kepada Ical sendiri.
"Secara popularitas kurang, maka keputusannya pada Ketua Umum Golkar itu sendiri, beharap dia jadi leader pada negara ini," tambahnya.(lin)
Sekjen Golkar Nurul Arifin mengatakan, Golkar tak mau mengulangi kegagalan Pemilu 2009. Sejak orba lengser kadernya tak pernah menjadi pemimpin negara ini.
"Setelah orba Golkar menang tapi tidak pernah menjabat sebagai kepala negara. Ini dilema bagi Golkar, tapi jangan sampai terjadi lagi," tuturnya kepada wartawan saat berada di Mampang Jakarta Kamis (19/4/2012).
Sekarang ini, Golkar sedang bekerja keras untuk meninkatkan basis dukungan terhadap Golkar dan meningkatkan populeritas tokoh Golkar yang akan diusung ke Pilpres 2004 nanti. "Sekarang kami sedang berupaya meningkatkan elektabilitas partai," ujar mantan bintang film era 80an ini.
Menurut anggota Komisi II DPR RI ini, jika Aburizal Bakrie (Ical) yang sempat akan dicapreskan Golkar kurang popularitas, maka pihaknya akan menyerahkan secara penuh kepada Ical sendiri.
"Secara popularitas kurang, maka keputusannya pada Ketua Umum Golkar itu sendiri, beharap dia jadi leader pada negara ini," tambahnya.(lin)
()