Bagi Demokrat sistem pemilu terbuka harga mati
Sabtu, 14 April 2012 - 11:40 WIB
Bagi Demokrat sistem pemilu terbuka harga mati
A
A
A
Sindonews.com - Sejak awal, Partai Demokrat memang memilih sistem pemilu terbuka. Maka itu, dalam sidang paripurna DPR RI, partai berlambang mercy ini memperjuangkan sistem terbuka agar disepakati.
Ketua DPP PD Gede Pasek Suardika mengakui jika Demokrat tak memilih sistem lain kecuali terbuka. Sistem pemilu terbuka bagi Demokrat merupakan harga mati.
"Partai Demokrat dari awal memperjuangkan sistem pemilu terbuka. Jangan sampai Demokrat mengambil sistem pemilu yang elitis," ujarnya dalam diskusi Polemik Sindo Radio bertajuk "UU pemilu, Bikin Pilu" di Warung Daun Cikini Jakarta Sabtu, (14/4/2012)
Namun, anggota Komisi II DPR RI ini menjamin, sistem pemilu terbuka yang sudah diketok palu itu akan berbeda dengan sistem pemilu terbuka sebelumnya. "Sistem terbuka yang sekarang ini, sangat terkontrol, kedaulatan ada di tangan rakyat," imbuhnya.
Selain itu, lanjut dia, partai juga memiliki tanggung jawab memperjuangkan kaderisasi dengan baik sehingga menghasilkan calon pemimpin yang mempunyai integritas serta berkualitas.
Menurutnya, selama ini sistem terbuka seringkali dinilai kurang efektif dalam pengkaderan, padahal sesungguhnya sistem pemilu terbuka tidak akan mengganggu proses kaderisasi partai.
"Kalau partai serius menjalankan pengkaderan maka bukan mustahil partai mampu menyiapkan kader yang berkualitas," tandas Pasek.(lin)
Ketua DPP PD Gede Pasek Suardika mengakui jika Demokrat tak memilih sistem lain kecuali terbuka. Sistem pemilu terbuka bagi Demokrat merupakan harga mati.
"Partai Demokrat dari awal memperjuangkan sistem pemilu terbuka. Jangan sampai Demokrat mengambil sistem pemilu yang elitis," ujarnya dalam diskusi Polemik Sindo Radio bertajuk "UU pemilu, Bikin Pilu" di Warung Daun Cikini Jakarta Sabtu, (14/4/2012)
Namun, anggota Komisi II DPR RI ini menjamin, sistem pemilu terbuka yang sudah diketok palu itu akan berbeda dengan sistem pemilu terbuka sebelumnya. "Sistem terbuka yang sekarang ini, sangat terkontrol, kedaulatan ada di tangan rakyat," imbuhnya.
Selain itu, lanjut dia, partai juga memiliki tanggung jawab memperjuangkan kaderisasi dengan baik sehingga menghasilkan calon pemimpin yang mempunyai integritas serta berkualitas.
Menurutnya, selama ini sistem terbuka seringkali dinilai kurang efektif dalam pengkaderan, padahal sesungguhnya sistem pemilu terbuka tidak akan mengganggu proses kaderisasi partai.
"Kalau partai serius menjalankan pengkaderan maka bukan mustahil partai mampu menyiapkan kader yang berkualitas," tandas Pasek.(lin)
()