Bentuk Satgas Pornografi, SBY tuai kritik

Selasa, 13 Maret 2012 - 12:19 WIB
Bentuk Satgas Pornografi,...
Bentuk Satgas Pornografi, SBY tuai kritik
A A A
Sindonews.com - Setelah Satgas Mafia Hukum dan Satgas TKI, kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membentuk Satgas Pornografi yang dikomandani Agung Laksono. Pembentukan satgas ini sontak menuai kritik.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, Satgas Pornografi tidak substansial dengan permasalan negeri ini. Lebih baik SBY memikirkan persoalan korupsi yang marak terjadi, daripada memikirkan pornografi.

"Persoaalan utama Indonesia bukan pornografi tapi korupsi. Seakan-akan pornografi menjadi ancaman bagi negeri ini. Padahal urgensinya yang lebih utama yang berkaitan dengan korupsi," tutur Pramono kepada wartawan di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Politikus PDI perjuangan ini menegaskan, korupsi sudah menjadi persoalan utama yang telah banyak merugikan negara. Sehingga pemberantasan korupsi tidak boleh jalan di tempat atau stagnan.

"Kalau kita lihat selama periode waktu ini, korupsi menjadi persoalan yang dominan, sehingga upaya utama adalah pemberantasan korupsi," ucapnya.

Pembentukan Satgas Pornografi dinilai disorientasi,sehingga bisa menjadi multitafsir dan kontraproduktif. "Saya melihat latar belakang keinginan Satgas Pornografi tidak ada yang substansial," tukas Pramono. (wbs)
()
Berita Terkini
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Infografis
5 Bentuk Kecurangan...
5 Bentuk Kecurangan yang Diduga Terjadi di Pemilu 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved