Bolos paripurna, bukan urusaan Ketua DPR
Jum'at, 09 Maret 2012 - 16:18 WIB
Bolos paripurna, bukan urusaan Ketua DPR
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie seakan tidak mau disalahkan terkait seringnya anggota DPR yang sering bolos dalam rapat paripurna.
Marzuki mengaku, tidak memiliki wewenang untuk melakukan tindakan kepada anggota dewan yang ketahuan bolos rapat paripurna.
"Kalau saya dikasih kewenagan untuk menghukum, memecat, enam bulan selesai DPR. Ketua DPR itu tidak bertindak sebagai atasan, tapi koordinator. Tugasnya mengatur rapat dan mengkordinasikan," tutur Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Jumat (9/3/2012).
Menurut Marzuki, seharusnya kalau mau melakukan protes ke fraksinya masing-masing, atau ke partai politik para anggota dewan yang besrsangkutan. "Makanya saya bilang, jangan salahkan pimpinan, kami enggak punya anak buah kok," terangnya.
Ditambahkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini, dirinya tidak pernah merasa menjadi ketua yang memiliki banyak anak buah hingga bisa melakukan apapun.
"Anggota DPR itu bukan anak buah saya. Yang berkuasa itu fraksi, kalau fraksi nggak mampu ya partai. Kalau masarakat mau demo, ya demolah ke partainya," tukasnya. (san)
Marzuki mengaku, tidak memiliki wewenang untuk melakukan tindakan kepada anggota dewan yang ketahuan bolos rapat paripurna.
"Kalau saya dikasih kewenagan untuk menghukum, memecat, enam bulan selesai DPR. Ketua DPR itu tidak bertindak sebagai atasan, tapi koordinator. Tugasnya mengatur rapat dan mengkordinasikan," tutur Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Jumat (9/3/2012).
Menurut Marzuki, seharusnya kalau mau melakukan protes ke fraksinya masing-masing, atau ke partai politik para anggota dewan yang besrsangkutan. "Makanya saya bilang, jangan salahkan pimpinan, kami enggak punya anak buah kok," terangnya.
Ditambahkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini, dirinya tidak pernah merasa menjadi ketua yang memiliki banyak anak buah hingga bisa melakukan apapun.
"Anggota DPR itu bukan anak buah saya. Yang berkuasa itu fraksi, kalau fraksi nggak mampu ya partai. Kalau masarakat mau demo, ya demolah ke partainya," tukasnya. (san)
()