Bakal capres harus visioner

Selasa, 21 Februari 2012 - 08:47 WIB
Bakal capres harus visioner
Bakal capres harus visioner
A A A
Sindonews.com – Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Kuskrido Ambari menyatakan, sosok bakal calon presiden (capres) harus visioner. Presiden masa depan harus bisa memprioritaskan penyelesaian berbagai persoalan yang melanda Indonesia.

“Sosok capres 2014 harus punya visi bagaimana dia mengelola konflik di antara problem lainnya,” kata Kuskrido di Jakarta Senin 21 Februari 2012.

Dia mengatakan, saat ini Indonesia dikelilingi berbagai persoalan mulai dari konflik horizontal, isu perburuhan, penegakan hukum,dan ekonomi sehingga perlu sosok capres yang visioner dalam mengatasi persoalan tersebut.

Menurutnya, ada tiga agenda mendesak yang perlu dilakukan presiden mendatang. Pertama, menuntaskan konflik horizontal seperti isu kerukunan umat beragama, perburuhan, dan sengketa lahan yang belakangan ini mencuat. Kedua, presiden masa mendatang perlu memberantas korupsi yang dinilainya telah menggurita. Ketiga, penataan masalah politik.

Menurutnya, selama para elite politik saling serang roda pemerintahan akan terganggu. Selain visioner, kualitas kepemimpinan seorang presiden juga ditentukan tim yang dibentuknya. Menurut dia, tim yang tangguh akan mampu mengelola dan mengatasi berbagai persoalan. Kemudian sosok capres mesti memiliki kepribadian dan kapabilitas yang baik.

Untuk itu, dia berharap dibuka suatu ruang di mana para kandidat berkompetisi. “Karena kita perlu penyegaran dan tidak terpaku dengan stok figur yang selama ini beredar,” pinta akademisi Universitas Gajah Mada (UGM) itu.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edi mengungkapkan, selain mempunyai visi dan rekam jejak yang bagus, sosok capres juga mesti berpengalaman memimpin organisasi yang besar.

Selain itu, memahami kultur kebudayaan Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika. “Menjadi pemimpin itu ada dua. Satu menunjukkan arah, kedua memimpin,” kata Tjatur.

Bagi dia, seorang pemimpin yang baik adalah rakyat tahu akan dibawa ke mana. Meski begitu, faktor luar negeri tidak bisa dipisahkan oleh kandidat capres. Siapa pun figurnya perlu mempunyai jaringan dalam pergaulan internasional.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PAN di Pekanbaru, Riau, Sabtu 18 Februari 2012 menilai, suhu politik akhir-akhir ini menunjukkan arah negatif.

“Saat ini kondisi perpolitikan kita sudah tidak sehat. Kita harus pandai menyikapinya. Jangan pandainya hanya mengkritik, mencaci maki tanpa bisa mencari jalan keluar. Lebih baik berbuat daripada berdialog di televisi karena diskusi tanpa ada langkah nyata untuk menyelesaikan persolan bangsa tidak ada gunanya,” ungkap Hatta.(azh)

()
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved