Penggeledahan ruang Banggar, bukti KPK serius

Jum'at, 10 Februari 2012 - 13:59 WIB
Penggeledahan ruang...
Penggeledahan ruang Banggar, bukti KPK serius
A A A
Sindonews.com - Penggeledahan ruang Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI disebut merupakan bukti keseriusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap mafia Banggar.

Anggota Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Martin Hutabarat mengatakan, penggeledahan oleh tim KPK di Sekretariat Ruang Banggar bagian dari konsekwensi atas laporan Ketua DPR Marzukie Alie dan Sekjen DPR Neneng Indra Saleh.

"KPK melakukan tugasnya melakukan penyelidkan. DPR ini terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi," tutur Martin di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (10/2/2012)

Pemeriksaan ini konsekwensi keseriusan kita untuk membongkar internal DPR ke KPK. Menurutnya, KPK harus datang melakukan penyelidikan di DPR. Itu merupakan standar pemeriksaan terhadap dugaan penyelewengan anggaran di DPR.

Dia mengatakan penggeladahan oleh lembaga anti korupsi tersebut tidak memalukan DPR. Justru ini, bukti keseriusan DPR untuk mengusut sejumlah kasus yang melibatkan dewan perwakilan rakyat ini. "DPR harus berani," paparnya.

Martin pun belum mengetahui penggeledahan kali apakah terkait ruang Banggar, Wa Ode atau kasus Wisma Atlet. "Nanti saya coba tanya ke KPK," tandas Martin.(azh)
()
Berita Terkini
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved