Dubes AS bantah intervensi KPK

Kamis, 09 Februari 2012 - 11:50 WIB
Dubes AS bantah intervensi...
Dubes AS bantah intervensi KPK
A A A
Sindonews.com - Duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Scott Marciel menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekira pukul 10.00 WIB. Dalam kunjungannya tersebut, Scott melakukan ramah tamah kepada para pimpinan KPK.

"Tujuan kami ke sini hanya sekadar ramah tamah kepada para pimpinan KPK," ujar Scott kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Dalam kunjungan yang berdurasi sekira satu jam tersebut, Scott juga menawarkan kerjasama kepada pihak KPK dalam melakukan gerakan anti korupsi, salah satunya adalah dengan produksi film anti korupsi.

"Jadi saya tekankan kepada ketua dan anggota KPK bahwa Amerika punya kepentingan besar atas kesuksesan Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Kami akan terus mendukung siapun yang konsisten dalam pemberantasan korupsi. Jadi kita juga berencana membantu dalam membuat film mengenai anti korupsi," paparnya.

Namun Scott membantah bahwa tujuannya bertemu dengan Abraham Samad tersebut karena ada suatu kepentingan politis atau intervensi. Scott menegaskan bahwa kedatangannya tersebut hanya sekadar ramah tamah.

"Kita tidak membahas kasus internal KPK karena itu tidak pantas, tapi kita membahas apa yang bisa kita dukung yaitu soal film anti korupsi," tegasnya.(azh)
()
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved