Demokrat ubah komposisi fraksinya di DPR
Kamis, 02 Februari 2012 - 12:19 WIB
Demokrat ubah komposisi fraksinya di DPR
A
A
A
Sindonews.com - Belakangan ini Partai Demokrat menjadi sorotan publik. Mulai dari sejumlah persoalan dugaan korupsi yang melibatkan para kadernya, hingga gonjang-ganjing politik di internal yang mengarah pada isu pelengseran Anas Urbaningrum dari posisi Ketua Umum partai.
Tentu saja mengundang kecurigaan publik jika Partai Demokrat ingin mengubah komposisi kepengurusan fraksinya di DPR. Apakah terkait dengan gonjang-ganjing politik di internal partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
"Rotasi yang paling tahu adalah ketua pembina, Ketum dan Sekjen partai. Layaknya permainan bola ada strateginya, entah bertahan atau menyerang, dan itu pertimbangannya jelas," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika ketika dikonfirmasi mengenai adanya rencana rotasi internal Fraksi Partai Demokrat oleh wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Dia menjelaskan, rotasi di Fraksi Partai Demokrat itu sebenarnya suatu yang wajar. Bahkan rotasi itu telah dipertimbangkan dengan berbagai macam aspek. Sayangnya rotasi ini dilakukan ketika partai mengalami berbagai guncangan politik, sehingga menimbulkan kecurigaan pihak lain.
"Karena kebetulan aja, wajar kalau ada evaluasi, biasa aja rotasi, kalau kita rotasi mungkin karena kita bangunnya di musim hujan lalu menjadi menarik," tukasnya.
Tentu saja mengundang kecurigaan publik jika Partai Demokrat ingin mengubah komposisi kepengurusan fraksinya di DPR. Apakah terkait dengan gonjang-ganjing politik di internal partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
"Rotasi yang paling tahu adalah ketua pembina, Ketum dan Sekjen partai. Layaknya permainan bola ada strateginya, entah bertahan atau menyerang, dan itu pertimbangannya jelas," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika ketika dikonfirmasi mengenai adanya rencana rotasi internal Fraksi Partai Demokrat oleh wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Dia menjelaskan, rotasi di Fraksi Partai Demokrat itu sebenarnya suatu yang wajar. Bahkan rotasi itu telah dipertimbangkan dengan berbagai macam aspek. Sayangnya rotasi ini dilakukan ketika partai mengalami berbagai guncangan politik, sehingga menimbulkan kecurigaan pihak lain.
"Karena kebetulan aja, wajar kalau ada evaluasi, biasa aja rotasi, kalau kita rotasi mungkin karena kita bangunnya di musim hujan lalu menjadi menarik," tukasnya.
()