Kontras sesalkan profesionalisme pejabat negara

Sabtu, 28 Januari 2012 - 11:52 WIB
Kontras sesalkan profesionalisme...
Kontras sesalkan profesionalisme pejabat negara
A A A
Sindonews.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) prihatin dengan profesionalisme lembaga keamanan dan hukum di Indonesia. Terlebih lagi, lembaga politik seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selama ini hanya jadi pengimbang kebijakan pemerintah, lebih banyak mengamini pernyataan-pernyataan pemerintah.

Koordinator KontraS Haris Azhar mengatakan, ketidakpuasan warga Indonesia akibat pilihan kebijakan politik yang diskriminatif dari pemerintahan pusat, khususnya dalam pendistribusian hak-hak ekonomi, sosial dan politik warga. Lebih jauh, hal ini juga menunjukkan bahwa selama ini ada kemandekan kemampuan lembaga-lembaga negara dalam pelayanan publik.

"Lembaga keamanan dan hukum tidak profesional, pejabatnya yang korup sibuk memperkaya diri," ujarnya di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta, Sabtu (28/1/2012).

Menurutnya, secara ekonomis, ekspresi masyarakat dengan berbagai fenomena sosial menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak enam persen tidak menjamin hak-hak masyarakat miskin dan marjinal.

"Pengabaian negara atas isu-isu kesejahteraan, jaminan rasa aman, intoleransi sosial, dan aspirasi politik masyarakat akan berdampak luas pada meningginya biaya sosial-politik yang harus dikeluarkan bangsa Indonesia," tuturnya.

KontraS mengimbau kepada pemerintah dan seluruh aparat penegak hukum untuk tidak gegabah dalam merespons gesekan atau amuk sosial di tengah masyarakat. Keputusan untuk memobilisasi pasukan keamanan ketimbang mendahulukan upaya dialog konstruktif, berpotensi untuk memperluas fokus kekerasan.

"Resolusi konflik dan kekerasan dapat ditempuh dengan mengembangkan modal sosial untuk menetralisir ketegangan sosial (social distrust) di tengah masyarakat," pungkasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved