Anas bantah perpecahan Demokrat
Kamis, 26 Januari 2012 - 13:53 WIB
Anas bantah perpecahan Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah adanya perpecahan dalam tubuh partai Demokrat. Sebaliknya, dia mengaku Partai Demokrat sedang dalam keadaan solid dan mantap.
"Ah itu kan cerita-cerita di luar. Yang pasti di dalam posisi PD mantap, kompak, solid, dan waras cara berpikirnya," ujarnya di sela kunjungan ke Desa Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (26/1/2012).
Anas juga membantah rapat Dewan Pembina di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Puri Cikeas, Bogor, membahas pencopotan dirinya sebagai ketua umum. "Tidak ada, tidak ada (kubu) Ketua Umum Partai Demokrat cuma satu, Anas Urbaningrum," terangnya.
Seperti diketahui, posisi Anas kembali digoyang karena tuduhan Muhammad Nazaruddin yang menyatakan Anas tersangkut perkara suap Wisma Atlet SEA Games. Bahkan, dalam perkara itu Anas disebut-sebut sebagai "Bos Besar" oleh Nazaruddin.
Bahkan Wakil Ketum PD Max Sopacua menyatakan, adanya sejumlah nama kandidat pengganti Anas. Nama Djoko Suyanto dan EE Mangindaan, menurutnya masuk dalam wacana pengganti Anas. "Itu opini berkembang, belum ada validisasi," tukas Max. (san)
"Ah itu kan cerita-cerita di luar. Yang pasti di dalam posisi PD mantap, kompak, solid, dan waras cara berpikirnya," ujarnya di sela kunjungan ke Desa Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (26/1/2012).
Anas juga membantah rapat Dewan Pembina di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Puri Cikeas, Bogor, membahas pencopotan dirinya sebagai ketua umum. "Tidak ada, tidak ada (kubu) Ketua Umum Partai Demokrat cuma satu, Anas Urbaningrum," terangnya.
Seperti diketahui, posisi Anas kembali digoyang karena tuduhan Muhammad Nazaruddin yang menyatakan Anas tersangkut perkara suap Wisma Atlet SEA Games. Bahkan, dalam perkara itu Anas disebut-sebut sebagai "Bos Besar" oleh Nazaruddin.
Bahkan Wakil Ketum PD Max Sopacua menyatakan, adanya sejumlah nama kandidat pengganti Anas. Nama Djoko Suyanto dan EE Mangindaan, menurutnya masuk dalam wacana pengganti Anas. "Itu opini berkembang, belum ada validisasi," tukas Max. (san)
()