Disebut-sebut Nazaruddin, Dahlan tak gusar
Kamis, 19 Januari 2012 - 11:24 WIB
Disebut-sebut Nazaruddin, Dahlan tak gusar
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin menuding Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menerima fee dari proyek Pembangkit Listrik Negara (PLN) sebesar Rp80 miliar.
Tudingan ini secara tidak langsung, menyasar ke Direktur Utama (Dirut) PT PLN saat itu, Dahlan Iskan. Namun, tudingan ini tak membuat, Dahlan gusar. Dengan santai dia membantah terlibat dalam persoalan kasus suap terkait proyek Wisma Atlet SEA Games.
"Masa saya gitu-gitulah," jawab Dahlan, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya dalam kasus suap Proyek Wisma Atlet SEA Games ini, Nazaruddin telah berstatus sebagai terdakwa dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Lebih lanjut, diungkapkan Dahlan yang sekarang menjadi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN), tudingan Nazaruddin tersebut lebih ke orang dekat Nazaruddin sendiri. "Aku enggak dengar soalnya, coba diusutlah, karena kan belum sampai ke saya. Masih nyasar kemana gitu, siapa tahu masih nyasar di sekitar dia," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan bos salah satu media nasional ini, mengenai proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diatur oleh DPR. Termasuk proyek yang melibatkan perusaahn yang pernah dipimpinnya itu.
Seperti diketahui, kedatangan Dahlan sendiri ke Hall C1, Jakarta-Expo, Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran dalam rangka menghadiri rapat kerja pemerintah Tahun 2012. Dalam rapat ini dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Selain SBY, Wakil Presiden Boediono juga dijadwalkan hadir. Termasuk, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke II, Gubernur, Bupati, Kapolda, dan DPRD se-Indonesia.
Tudingan ini secara tidak langsung, menyasar ke Direktur Utama (Dirut) PT PLN saat itu, Dahlan Iskan. Namun, tudingan ini tak membuat, Dahlan gusar. Dengan santai dia membantah terlibat dalam persoalan kasus suap terkait proyek Wisma Atlet SEA Games.
"Masa saya gitu-gitulah," jawab Dahlan, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya dalam kasus suap Proyek Wisma Atlet SEA Games ini, Nazaruddin telah berstatus sebagai terdakwa dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Lebih lanjut, diungkapkan Dahlan yang sekarang menjadi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN), tudingan Nazaruddin tersebut lebih ke orang dekat Nazaruddin sendiri. "Aku enggak dengar soalnya, coba diusutlah, karena kan belum sampai ke saya. Masih nyasar kemana gitu, siapa tahu masih nyasar di sekitar dia," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan bos salah satu media nasional ini, mengenai proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diatur oleh DPR. Termasuk proyek yang melibatkan perusaahn yang pernah dipimpinnya itu.
Seperti diketahui, kedatangan Dahlan sendiri ke Hall C1, Jakarta-Expo, Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran dalam rangka menghadiri rapat kerja pemerintah Tahun 2012. Dalam rapat ini dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Selain SBY, Wakil Presiden Boediono juga dijadwalkan hadir. Termasuk, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke II, Gubernur, Bupati, Kapolda, dan DPRD se-Indonesia.
()