Gerindra ragu Marzuki tak tahu proyek DPR
Selasa, 17 Januari 2012 - 12:57 WIB
Gerindra ragu Marzuki tak tahu proyek DPR
A
A
A
Sindonews.com- Ketua DPR Marzuki Alie yang juga ketua Badan Uursan Rumah Tangga (BURT) DPR seharusnya tak bisa begitu saja mengatakan tak mengetahui seputar rencana proyek di DPR. Sebab itu menyangkut persoalan proyek DPR, maka selaku pimpinan dia harus ikut bertanggung jawab.
Salah satu proyek yang menjadi polemik adalah mengenai renovasi ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR. Alokasi dana tak tanggung-tanggung mencapai Rp20 miliar. Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya biaya renovasi ini, dikarenakan beberapa pengadaan barang dari luar negeri. Misalnya, dalam pengadaan kursi rapat.
"Tetapi Marzuki tidak bisa mengalihkan tanggung jawab, karena ikut meneken (usulan perencanaan). Bahwa dia lupa detailnya mungkin, atau terselip mungkin, tetapi dia harus tanggung jawab," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
Menurutnya, renovasi ruang Banggar terlalu berlebihan karena boros anggaran. Seharusnya, renovasi dilakukan sesuai standard ruangan alat kelengkapan dewan lainnya.
"Banggar levelnya sama dengan alat kelengkapan lainnya. Kalau ada satu fasilitas ruangan yang memiliki nilai lebih, itu diskriminatif. Harusnya ruangan dibuat standard menyesuaikan yang lain," tukasnya.
Maka itu, pihaknya meminta mekanisme pengusulan dan pembahasan proyek pengadaan barang di DPR diperbaiki. "Menurut saya ke depan harus betul-betul diseriusi, yang di BURT ada koordinasi, pengganggaran yang diusulkan alat kelengkapan disesuaikan kebutuhan dan jangan saling melempar tanggung jawab. Jangan semua bilang tidak tahu tapi proyek terlaksana," imbuhnya.
Salah satu proyek yang menjadi polemik adalah mengenai renovasi ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR. Alokasi dana tak tanggung-tanggung mencapai Rp20 miliar. Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya biaya renovasi ini, dikarenakan beberapa pengadaan barang dari luar negeri. Misalnya, dalam pengadaan kursi rapat.
"Tetapi Marzuki tidak bisa mengalihkan tanggung jawab, karena ikut meneken (usulan perencanaan). Bahwa dia lupa detailnya mungkin, atau terselip mungkin, tetapi dia harus tanggung jawab," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
Menurutnya, renovasi ruang Banggar terlalu berlebihan karena boros anggaran. Seharusnya, renovasi dilakukan sesuai standard ruangan alat kelengkapan dewan lainnya.
"Banggar levelnya sama dengan alat kelengkapan lainnya. Kalau ada satu fasilitas ruangan yang memiliki nilai lebih, itu diskriminatif. Harusnya ruangan dibuat standard menyesuaikan yang lain," tukasnya.
Maka itu, pihaknya meminta mekanisme pengusulan dan pembahasan proyek pengadaan barang di DPR diperbaiki. "Menurut saya ke depan harus betul-betul diseriusi, yang di BURT ada koordinasi, pengganggaran yang diusulkan alat kelengkapan disesuaikan kebutuhan dan jangan saling melempar tanggung jawab. Jangan semua bilang tidak tahu tapi proyek terlaksana," imbuhnya.
()