TNI siap turun ke Aceh jika Polri minta
Senin, 16 Januari 2012 - 12:04 WIB
TNI siap turun ke Aceh jika Polri minta
A
A
A
Sindonews.com - Kasus penembakan yang terjadi belakangan ini di Aceh sudah cukup meresahkan. Namun Polri dianggap masih mampu menangani kasus yang masih digolongkan sebagai kriminal murni.
Kepala Dinas Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengatakan, status tertib sipil di Aceh dirasa masih kondusif dan belum perlu untuk menerjunkan pasukan TNI untuk melakukan penanganan.
"Ini kan masih tertib sipil. Jadi tertib sipil, darurat sipil, darurat militer, perang. Eskalasi sekarang itu masih tertib sipil," ujarnya kepada wartawan, di Wisma Elang Laut, Jalan Diponegoro Jakarta, Senin 16/01/2012.
Menurutnya, kondisi tertib sipil di Aceh masih menjadi tanggung jawab dari kepolisian. Tetapi, apabila diminta TNI siap diturunkan ke Aceh. "Manakala pihak kepolisian meminta bantuan kepada TNI kita akan mem-backup-nya. Pihak Kodam di Aceh sudah standby, siap untuk membantu pengamanan pilkada di Aceh," kata Iskandar.
Terkait banyaknya senjata ilegal yang beredar di Aceh, pihaknya masih meneliti dan membatasi peredarannya di Aceh. "Kita masih mencari bagaimana jalan keluarnya, namun di perairan laut Aceh pihak TNI AL sudah melakukan pengetatan dimana-mana sehingga senjata itu tidak beredar. Namun rata-rata senjata di Aceh, bekas dari dalam (eks pemberontak)," ucapnya tegas.
Dia menambahkan, TNI akan mengadakan Rapat Pimpinan di Mabes TNI pada tanggal 18-20 Januari 2012 dengan tema (Dengan Komitmen dan Konsistensi yang Tinggi, TNI Bertekad Melanjutkan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum.)
"Di samping untuk evaluasi pembinaan kekuatan dan kemampuan maupun penggunaan dan gelar kekuatan TNI, rapim ini juga diarahkan untuk membangun kesatuan persepsi para pimpinan TNI .Sehingga pelaksanaan tugas TNI tahun 2012 dapat berjalan sesuai arah kebijakan pimpinan dan dapat mencapai hasil yang optimal," pungkasnya. (wbs)
Kepala Dinas Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengatakan, status tertib sipil di Aceh dirasa masih kondusif dan belum perlu untuk menerjunkan pasukan TNI untuk melakukan penanganan.
"Ini kan masih tertib sipil. Jadi tertib sipil, darurat sipil, darurat militer, perang. Eskalasi sekarang itu masih tertib sipil," ujarnya kepada wartawan, di Wisma Elang Laut, Jalan Diponegoro Jakarta, Senin 16/01/2012.
Menurutnya, kondisi tertib sipil di Aceh masih menjadi tanggung jawab dari kepolisian. Tetapi, apabila diminta TNI siap diturunkan ke Aceh. "Manakala pihak kepolisian meminta bantuan kepada TNI kita akan mem-backup-nya. Pihak Kodam di Aceh sudah standby, siap untuk membantu pengamanan pilkada di Aceh," kata Iskandar.
Terkait banyaknya senjata ilegal yang beredar di Aceh, pihaknya masih meneliti dan membatasi peredarannya di Aceh. "Kita masih mencari bagaimana jalan keluarnya, namun di perairan laut Aceh pihak TNI AL sudah melakukan pengetatan dimana-mana sehingga senjata itu tidak beredar. Namun rata-rata senjata di Aceh, bekas dari dalam (eks pemberontak)," ucapnya tegas.
Dia menambahkan, TNI akan mengadakan Rapat Pimpinan di Mabes TNI pada tanggal 18-20 Januari 2012 dengan tema (Dengan Komitmen dan Konsistensi yang Tinggi, TNI Bertekad Melanjutkan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum.)
"Di samping untuk evaluasi pembinaan kekuatan dan kemampuan maupun penggunaan dan gelar kekuatan TNI, rapim ini juga diarahkan untuk membangun kesatuan persepsi para pimpinan TNI .Sehingga pelaksanaan tugas TNI tahun 2012 dapat berjalan sesuai arah kebijakan pimpinan dan dapat mencapai hasil yang optimal," pungkasnya. (wbs)
()