Propam periksa 9 polisi pembunuh tahanan anak
Rabu, 11 Januari 2012 - 17:21 WIB
Propam periksa 9 polisi pembunuh tahanan anak
A
A
A
Sindonews.com - Polri menetapkan sembilan orang anggotanya yang diduga melakukan penganiayaan dua orang tahanan anak hingga tewas di Mapolsek Sijunjung, Sumatera Barat.
Saat ini, kesembilan orang itu tengah menjalani sidang disiplin di Propam Polda Sumbar. Kendati sudah menjalani sidang, polisi masih enggan menyebutkan siapa saja kesembilan orang itu.
Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar membenarkan jika pihaknya telah menetapkan sembilan orang polisi yang diduga melakukan kelalaian dalam bertugas hingga menyebabkan korban tewas.
"Sembilan orang yang diduga melakukan kelalaian dalam penjagaan di ranah kepolisian tersebut sudah menjalani sidang disiplin di Propam Polda Sumatera Barat," ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (11/1/2012).
Ditanya lebih lanjut, sanksi disiplin apa yang akan dijatuhi kepada kesembilan anggotanya itu, lagi-lagi Boy enggan menjelaskan. Dia hanya memberitahu bahwa saat ini sudah ada sembilan orang yang diperiksa Propam Polda Sumbar.
Seperti diketahui, dua orang tahanan anak Mapolsek Sujunjung, Budri M Zen (17) dan Faisal Akbar (14), kakak-beradik ditemukan tewas tergantung di kamar mandi. Dari tubuh korban banyak ditemukan luka memar, diduga akibat penganiayaan oleh polisi.
Didi Firdaus, kakak korban mengaku tidak percaya jika kedua adiknya tewas bunuh diri. Terlebih pada tubuh mereka tidak ditemukan tanda-tanda akibat bunuh diri, seperti lidah menjulur dan keluar sperma dari kemaluan.
"Tidak ada tanda-tanda bunuh diri, lidahnya tidak menjulur, mereka juga tidak mengeluarkan sperma. Mungkin adik saya mati dulu, baru digantung," terangnya menaruh curiga.
Kecurigaan Didi diperkuat dengan hasil otopsi resmi oleh Polres Sijunjung pada 4 Januari 2012 dan RS M Jamil Padang yang menyatakan, korban tewas karena dianiaya. Dari tubuh korban ditemukan bekas luka yang berwarna hitam di kaki kiri bawah lutut, dan di sela paha ada bekas luka.
"Polisi bilang adik saya gantung diri tetapi lidahnya tidak menjulur layaknya orang mati gantung diri. Di tubuhnya banyak luka memar akibat dipukul oleh pentungan polisi. Saya yakin adik saya mati dipentung polisi di dalam sel," ucapnya sambil menangis. (san)
Saat ini, kesembilan orang itu tengah menjalani sidang disiplin di Propam Polda Sumbar. Kendati sudah menjalani sidang, polisi masih enggan menyebutkan siapa saja kesembilan orang itu.
Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar membenarkan jika pihaknya telah menetapkan sembilan orang polisi yang diduga melakukan kelalaian dalam bertugas hingga menyebabkan korban tewas.
"Sembilan orang yang diduga melakukan kelalaian dalam penjagaan di ranah kepolisian tersebut sudah menjalani sidang disiplin di Propam Polda Sumatera Barat," ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (11/1/2012).
Ditanya lebih lanjut, sanksi disiplin apa yang akan dijatuhi kepada kesembilan anggotanya itu, lagi-lagi Boy enggan menjelaskan. Dia hanya memberitahu bahwa saat ini sudah ada sembilan orang yang diperiksa Propam Polda Sumbar.
Seperti diketahui, dua orang tahanan anak Mapolsek Sujunjung, Budri M Zen (17) dan Faisal Akbar (14), kakak-beradik ditemukan tewas tergantung di kamar mandi. Dari tubuh korban banyak ditemukan luka memar, diduga akibat penganiayaan oleh polisi.
Didi Firdaus, kakak korban mengaku tidak percaya jika kedua adiknya tewas bunuh diri. Terlebih pada tubuh mereka tidak ditemukan tanda-tanda akibat bunuh diri, seperti lidah menjulur dan keluar sperma dari kemaluan.
"Tidak ada tanda-tanda bunuh diri, lidahnya tidak menjulur, mereka juga tidak mengeluarkan sperma. Mungkin adik saya mati dulu, baru digantung," terangnya menaruh curiga.
Kecurigaan Didi diperkuat dengan hasil otopsi resmi oleh Polres Sijunjung pada 4 Januari 2012 dan RS M Jamil Padang yang menyatakan, korban tewas karena dianiaya. Dari tubuh korban ditemukan bekas luka yang berwarna hitam di kaki kiri bawah lutut, dan di sela paha ada bekas luka.
"Polisi bilang adik saya gantung diri tetapi lidahnya tidak menjulur layaknya orang mati gantung diri. Di tubuhnya banyak luka memar akibat dipukul oleh pentungan polisi. Saya yakin adik saya mati dipentung polisi di dalam sel," ucapnya sambil menangis. (san)
()