Segudang masalah terjadi di Lapas
Sabtu, 31 Desember 2011 - 19:01 WIB
Segudang masalah terjadi di Lapas
A
A
A
sindonews.com - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) masih jauh dari
yang diharapkan. Masih banyak kekurangan disana-sini yang mesti dibenahi
bersama, mulai dari daya tampung hingga kematian narapidana akibat penyakit menular.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum
HAM) Taswem Tarib mengatakan Lembaga pemasyarakatan DKI Jakarta sudah kelebihan kapasitas penghuni, kamar berukuran 4x5 di isi sebanyak empat puluh sampai lima puluh orang, butuh partisipasi aktif dari pemerintah DKI Jakarta untuk membenahinya.
"Kamarnya ukuran 5x4 berisi 40-50 orang akhirnya mereka banyak tidur diluar," tutur Taswem kepada Sindonews, Sabtu (31/12/2011)
Menurutnya, akibat ruangan yang sempit dan kurangnya sirkulasi udara membuat ruangan tidak sehat akhirnya banyak tahanan meninggal setiap tahunnya.
"Selain keadaan lapas yang tidak sehat, banyak napi baru masuk ke Lapas membawa penyakit menular, sehingga banyak tahanan yang meninggal akibat penularan penyakit," tegas Taswem.
Ia memaparkan ditahun 2011, banyak tahanan yang meninggal dibeberapa lapas diantaranya, lapas kelas 1 cipinang 45 orang, lapas kelas 2A Pondok Bambu narkotika 34 orang, dan lapas kelas 2A salemba sembilan orang.
Taswem mengatakan pihaknya sudah mengajukan surat permohonan (perluasan lapas) supaya mendapatkan hibah tanah untuk menambah insfrastrukturnya, kepada Pemprov DKI, namun tidak direspon.
"Bagaimana ada fasilitas wong tempatnya saja tidak ada," keluh Taswem.
Selain itu ia mengatakan, di dalam lapas sendiri telah dilakukan pembinaan terhadap tahanan supaya mendapatkan pendidikan agar jika kelak tahanan tersebut bebas tahanan memiliki ketrampilan
Ia menambahkan apabila ada tahanan yang dibebaskan, masyarakat diimbau tidak mengucilkan karena mereka juga warga negara yang patut dihormati. (wbs)
yang diharapkan. Masih banyak kekurangan disana-sini yang mesti dibenahi
bersama, mulai dari daya tampung hingga kematian narapidana akibat penyakit menular.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum
HAM) Taswem Tarib mengatakan Lembaga pemasyarakatan DKI Jakarta sudah kelebihan kapasitas penghuni, kamar berukuran 4x5 di isi sebanyak empat puluh sampai lima puluh orang, butuh partisipasi aktif dari pemerintah DKI Jakarta untuk membenahinya.
"Kamarnya ukuran 5x4 berisi 40-50 orang akhirnya mereka banyak tidur diluar," tutur Taswem kepada Sindonews, Sabtu (31/12/2011)
Menurutnya, akibat ruangan yang sempit dan kurangnya sirkulasi udara membuat ruangan tidak sehat akhirnya banyak tahanan meninggal setiap tahunnya.
"Selain keadaan lapas yang tidak sehat, banyak napi baru masuk ke Lapas membawa penyakit menular, sehingga banyak tahanan yang meninggal akibat penularan penyakit," tegas Taswem.
Ia memaparkan ditahun 2011, banyak tahanan yang meninggal dibeberapa lapas diantaranya, lapas kelas 1 cipinang 45 orang, lapas kelas 2A Pondok Bambu narkotika 34 orang, dan lapas kelas 2A salemba sembilan orang.
Taswem mengatakan pihaknya sudah mengajukan surat permohonan (perluasan lapas) supaya mendapatkan hibah tanah untuk menambah insfrastrukturnya, kepada Pemprov DKI, namun tidak direspon.
"Bagaimana ada fasilitas wong tempatnya saja tidak ada," keluh Taswem.
Selain itu ia mengatakan, di dalam lapas sendiri telah dilakukan pembinaan terhadap tahanan supaya mendapatkan pendidikan agar jika kelak tahanan tersebut bebas tahanan memiliki ketrampilan
Ia menambahkan apabila ada tahanan yang dibebaskan, masyarakat diimbau tidak mengucilkan karena mereka juga warga negara yang patut dihormati. (wbs)
()