PAN beberkan alasan lirik Djoko Suyanto
Sabtu, 31 Desember 2011 - 12:44 WIB
PAN beberkan alasan lirik Djoko Suyanto
A
A
A
Sindonews.com - Partai Amanat Nasional (PAN) membeberkan beberapa alasan melirik Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam), Djoko Suyanto untuk mendampingi Hatta Rajasa dalam Pemilihan Presiden (Pilres) 2014 mendatang.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN bidang pemenangan Pemilu, Viva Yoga Mauladi menyebutkan, dua tokoh ini sangat ideal mengingat dari kalangan Jawa dan non Jawa.
"Bang Hatta dan Pak Djoko Suyanto saya rasa adalah pasangan ideal, soulmate. Secara politik merupakan pasangan sempurna," ujar Viva, Jakarta, Sabtu (31/12/2011).
Dia menambahkan, perpaduan ahli ekonomi dan ahli perang dapat mempertahankan kedaulatan negara dan memakmurkan rakyat. Namun, kelebihan itu tidak cukup.
Menurutnya, Djoko harus memiliki dukung dari Partai politik (Parpol) lainnya yang akan berkoalisi untuk Pilpres 2014. Tanpa modal politik ini, sulit rasanya Djoko bisa menopang Ketua Umum PAN Hatta Rajasa meraih kursi Republik Indonesia (RI) 1.
"Tanpa dukungan itu maka akan sulit bagi Pak Djoko ikut berkompetisi di Pilpres," tukasnya.
Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR ini mengatakan, pasangan Hatta-Djoko lebih populer dibanding menduetkan Hatta dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan.
"Jadi untuk kepentingan Indonesia masa depan, pasangan Bang Hatta dan Pak Djoko adalah soulmate yang ideal," tandasnya.
Ditambahkan, Viva, pihaknya sudah tepat memilih Hatta sebagai Capres 2014 mendatang. Pasalnya, jam terbang pria berambut putih itu tak diragukan lagi dalam masalah kebangsaan.
"Bang Hatta lebih banyak warna. Beliau di samping mantan legislator, menteri beberapa kali, dan sekarang menjadi menteri senior, serta mempunyai pengalaman internasional," tutupnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi seputar pencalonannya, besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini masih 'malu-malu'. Dia enggan untuk mengomentari lebih jauh mengenai siapa tokoh yang pantas untuk mendampinginya nanti.
"Isu tentang Capres nanti dulu deh saat ini saya fokus tentang perekonomian saja," kata dia ditemui di Kompleks MNC, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 30 Desember 2011.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN bidang pemenangan Pemilu, Viva Yoga Mauladi menyebutkan, dua tokoh ini sangat ideal mengingat dari kalangan Jawa dan non Jawa.
"Bang Hatta dan Pak Djoko Suyanto saya rasa adalah pasangan ideal, soulmate. Secara politik merupakan pasangan sempurna," ujar Viva, Jakarta, Sabtu (31/12/2011).
Dia menambahkan, perpaduan ahli ekonomi dan ahli perang dapat mempertahankan kedaulatan negara dan memakmurkan rakyat. Namun, kelebihan itu tidak cukup.
Menurutnya, Djoko harus memiliki dukung dari Partai politik (Parpol) lainnya yang akan berkoalisi untuk Pilpres 2014. Tanpa modal politik ini, sulit rasanya Djoko bisa menopang Ketua Umum PAN Hatta Rajasa meraih kursi Republik Indonesia (RI) 1.
"Tanpa dukungan itu maka akan sulit bagi Pak Djoko ikut berkompetisi di Pilpres," tukasnya.
Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR ini mengatakan, pasangan Hatta-Djoko lebih populer dibanding menduetkan Hatta dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan.
"Jadi untuk kepentingan Indonesia masa depan, pasangan Bang Hatta dan Pak Djoko adalah soulmate yang ideal," tandasnya.
Ditambahkan, Viva, pihaknya sudah tepat memilih Hatta sebagai Capres 2014 mendatang. Pasalnya, jam terbang pria berambut putih itu tak diragukan lagi dalam masalah kebangsaan.
"Bang Hatta lebih banyak warna. Beliau di samping mantan legislator, menteri beberapa kali, dan sekarang menjadi menteri senior, serta mempunyai pengalaman internasional," tutupnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi seputar pencalonannya, besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini masih 'malu-malu'. Dia enggan untuk mengomentari lebih jauh mengenai siapa tokoh yang pantas untuk mendampinginya nanti.
"Isu tentang Capres nanti dulu deh saat ini saya fokus tentang perekonomian saja," kata dia ditemui di Kompleks MNC, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 30 Desember 2011.
()