Setelah pengelola kebun sawit, TGPF panggil BPN
Jum'at, 30 Desember 2011 - 14:02 WIB
Setelah pengelola kebun sawit, TGPF panggil BPN
A
A
A
Sindonews.com - Pengungkapan kasus pembantaian petani di Mesuji Lampung maupun Sumatera Selatan oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) belum juga selesai. Tim dikomandoi Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana itu sampai hari ini masih melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait.
Hari ini, Jumat (30/12/2011), TGPF mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemilik perusahaan kelapa sawit yang lokasinya berada tempat kejadian perkara (TKP) pembantaian.
Kepada wartawan Denny mengatakan, TGPF sudah mengadakan pertemuan dengan tiga perusahaan kelapa sawit, yakni PT Silva Inhutani yang berada di Kecamatan Mesuji, PT BSMI di Desa Sritanjung dan PT SWA di desa Sondong Mesuji. Pertemuan dilakukan di lantai 7 kantor Kemenkum HAM, Jalan Rasuna Said, Jakarta.
PT Silva Inhutani diwakili Djunaedi Nur selaku Direktur Utama dan stafnya yakni Agus Susanto, Beni Susanto dan Daniel. PT SWA dihadiri Ali Abdullah yang merupakan Deputi Direktur Utama.
Pertemuan itu selesai pukul 11.30 WIB. Sayangnya, PT Silva Inhutani menolak memberikan pernyataan apapun kepada wartawan.
Menurut Denny, hasil pertemuan akan dibahas bersama dengan para pembuat kebijakan. Masalah utama yang akan dibahas soal kehutanan dan pertanahan. “Kami mengundang dari BPN, kehutanan dan kepolisian, untuk bahas ini,” kata Denny. (lin)
Hari ini, Jumat (30/12/2011), TGPF mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemilik perusahaan kelapa sawit yang lokasinya berada tempat kejadian perkara (TKP) pembantaian.
Kepada wartawan Denny mengatakan, TGPF sudah mengadakan pertemuan dengan tiga perusahaan kelapa sawit, yakni PT Silva Inhutani yang berada di Kecamatan Mesuji, PT BSMI di Desa Sritanjung dan PT SWA di desa Sondong Mesuji. Pertemuan dilakukan di lantai 7 kantor Kemenkum HAM, Jalan Rasuna Said, Jakarta.
PT Silva Inhutani diwakili Djunaedi Nur selaku Direktur Utama dan stafnya yakni Agus Susanto, Beni Susanto dan Daniel. PT SWA dihadiri Ali Abdullah yang merupakan Deputi Direktur Utama.
Pertemuan itu selesai pukul 11.30 WIB. Sayangnya, PT Silva Inhutani menolak memberikan pernyataan apapun kepada wartawan.
Menurut Denny, hasil pertemuan akan dibahas bersama dengan para pembuat kebijakan. Masalah utama yang akan dibahas soal kehutanan dan pertanahan. “Kami mengundang dari BPN, kehutanan dan kepolisian, untuk bahas ini,” kata Denny. (lin)
()