TGPF: Video pembantaian petani Mesuji benar terjadi

Jum'at, 30 Desember 2011 - 06:02 WIB
TGPF: Video pembantaian...
TGPF: Video pembantaian petani Mesuji benar terjadi
A A A
Sindonews.com - Video pembataian petani di perkebunan Mesuji, Lampung ternyata bukan rekayasa. Berdasarkan hasil penelusuran Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) ditemukan beberapa kesamaan gambar di video dengan lokasi bentrok, berada di Desa Sodong.

Ketua TGPF Denny Indrayana mengatakan, ada beberapa tempat yang dikunjungi sama dengan yang ada dalam video. Namun, ada juga lokasi pembantaian sadis dalam video yang tidak pernah terjadi di Sodong, tapi di daerah lain. Diduga, rekaman gambar itu berasal dari pembantaian di daerah lain.

"Terkait dengan video, itu ada yang di Desa Sodong, ada yang di basecamp perusahaan. Sudah saya lihat ke sana memang, truk yang warnanya merah itu juga saya lihat," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis 29 Desember 2011.

Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah warga, saat ditunjukan rekaman video pembantaian sadis itu, Denny mengaku banyak yang tidak mengenali lokasi tersebut. Sebagai bukti, TGPF merekam hasil wawancara dengan warga.

"Tapi memang ada bagian video yang dikatakan masyarakat di sana ini bukan terjadi di Sodong, bagian yang sangat sadis itu. Mereka mengatakan ini bukan di sini, kita juga rekam pengakuan-pengakuan itu," terangnya.

Sebelumnya, banyak pengamat telematika yang menyatakan gambar dalam video itu. Karena logat yang digunakan bukan bahasa daerah masyarakat setempat, tapi lebih terdengar seperti bahasa Melayu. Banyak pengamat mengatakan, video itu berasal dari Filipina saat trerjadi perang saudara.

Sementara penyebar video itu, Mayjen (Pur) TNI Saurip Kadi menyatakan, gambar dalam video itu benar adanya bukan hasil rekayasa. Peristiwa sadis di Mesuji sendiri, terbongkar berdasarkan hasil laporan korban bentrok ditemani Saurip ke DPR RI.

Dalam laporannya, Saurip mengatakan telah terjadi pembantaian petani oleh anggota Brimob yang disewa perusahaan sawit di kawasan Mesuji, Lampung, pada 21 April 2011.

Dalam bentrok itu puluhan petani dibunuh dengan keji dan ratusan rumah warga di daerah perkebunan sawit digusur oleh PAM Swakarsa yang disewa oleh PT SWA. "Sebanyak 32 orang warga meninggal, 100 orang luka ringan dan stres, 142 orang masuk penjara," terangnya. (san)
()
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Infografis
Sembilan Peristiwa Penting...
Sembilan Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved