Mabes Polri perlihatkan video kerusuhan versi polisi

Kamis, 29 Desember 2011 - 06:04 WIB
Mabes Polri perlihatkan...
Mabes Polri perlihatkan video kerusuhan versi polisi
A A A
Sindonews.com - Mabes Polri menilai, pengamanan dalam aksi demonstrasi di Pelabuhan Sape, Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah sesuai dengan prosedur. Video yang tersebar di media massa pun dinilai menyudutkan polisi.

Dalam video versi polisi yang diterima Sindonews dari Humas Mabes Polri, Rabu 28 Desember 2011, terekam pihak kepolisian sudah melakukan negosiasi dengan warga pengunjuk rasa. Dalam video berdurasi 34 menit tersebut terlihat para pengunjuk rasa juga membawa senjata tajam dan benda keras lainnya.

Beberapa kali, dalam video tersebut, polisi menunjukkan aktivitas pengunjuk rasa di area Pelabuhan Sape yang membawa senjata tajam. Bahkan, polisi menunjukkan pembawa senjata tajam tersebut masih tergolong anak-anak.

Dalam video, polisi menandai aktivitas pengunjuk rasa yang membawa senjata tajam sejenis golok dan tombak, dengan menandai lingkaran merah. Aktivitas pengunjuk rasa juga sempat membajak salah satu kapal feri.

Video tersebut dikemas untuk menunjukkan bahwa niat petugas keamanan untuk membuka Pelabuhan Sape yang ditutup para pengunjuk rasa. Polisi sudah membujuk para pengunjuk rasa untuk membubarkan diri dan membuka akses Pelabuhan Sape. Pihak kepolisian menjelaskan Pelabuhan Sape merupakan fasilitas umum.

“Kami mohon mulai dari sekarang, orasi ditutup dulu. Karena bagaimanapun, pelabuhan ini merupakan tempat untuk lalu lintas antar kota, kegiatan transportasi antar wilayah. Untuk itu sangat merugikan kepentingan orang banyak,” ungkap Kapolres Bima, saat bernegosiasi dengan pengunjuk rasa menggunakan publik addres.

Dalam langkah pengamanan yang dilakukan polisi yang terlihat di dalam video tersebut, memang sangat berbeda dengan video yang kerap ditayangkan di televisi. Aksi pemukulan yang kerap ditayangkan di video versi media tidak terdapat dalam video ini.

Pembubaran massa di Pelabuhan Sape oleh polisi dilakukan lantaran massa tidak mau membubarkan diri dan menurunkan senjata tajam yang dibawanya. Di dalam video tersebut, polisi sempat memberikan tembakan peringatan terhadap pengunjuk rasa.

Tidak terlihat senjata jenis AK-47 seperti yang diberitakan. Namun terlihat pihak aparat kepolisian membawa senjata jenis laras panjang standar kepolisian.
()
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved